RADAR TULUNGAGUNG - Pemadaman listrik yang terjadi berkali-kali dalam beberapa pekan terakhir mulai dikeluhkan masyarakat.
Selain mengganggu aktivitas rumah tangga, pemadaman juga berdampak pada kegiatan usaha, pekerjaan kantor, hingga aktivitas belajar mahasiswa.
Ali, warga Desa Pulosari, Tulungagung, mengaku bahwa dalam beberapa hari terakhir listrik di wilayahnya padam.
Meski durasinya tidak selalu lama, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: 22 Balon Udara Liar Diamankan saat Kupatan, Polisi Tegaskan Risiko Gangguan Listrik hingga Kebakaran
"Kalau siang hari masih bisa ditoleransi, tapi kalau malam atau pas lagi ada pekerjaan jadi terganggu. Peralatan elektronik juga jadi mengkhawatirkan kalau listrik sering mati hidup," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan Alfredo, penjaga salah satu kedai kopi di kawasan Kota Tulungagung.
Menurutnya, pemadaman listrik membuat operasional kedai terganggu karena sebagian besar peralatan bergantung pada pasokan listrik.
"Kalau listrik mati, mesin kopi tidak bisa digunakan. Pelanggan juga banyak yang memilih pergi karena tidak bisa mengisi daya ponsel atau mengerjakan pekerjaan di sini," katanya.
Baca Juga: Gaji 13 Cair Pekan Ini, Ribuan PPPK Paruh Waktu di Tulungagung Juga Ikut Menerima
Alfredo mengaku omzet kedai ikut terdampak ketika pemadaman berlangsung pada jam-jam ramai pengunjung.
Tak sedikit pelanggan yang membatalkan pesanan atau memilih mencari tempat lain yang masih memiliki pasokan listrik.
Sementara itu, Husna, seorang mahasiswa yang kerap mengerjakan tugas di kedai kopi maupun di kosnya, mengaku cukup jengkel dengan kondisi tersebut.
Dia mengatakan, pemadaman listrik belakangan ini terjadi cukup sering, baik di kawasan tempat tinggalnya maupun di pusat kota.
"Yang bikin kesal itu karena akhir-akhir ini sering mati lampu. Di kos juga sering padam, sedangkan baterai laptop saya cepat habis untuk mengerjakan tugas. Jadi kadang pekerjaan terpaksa tertunda," ungkapnya.
Baca Juga: Sejumlah Kantor Kelurahan di Tulungagung Butuh Perbaikan, Kondisi Bangunan Mulai Rusak
Menurut Husna, akses internet juga sering terganggu saat listrik padam karena sejumlah perangkat pendukung ikut mati.
Kondisi itu membuat mahasiswa kesulitan mengikuti perkuliahan maupun menyelesaikan tugas yang harus dikumpulkan secara daring.
Sejumlah warga berharap adanya informasi yang lebih cepat dan jelas terkait jadwal maupun penyebab pemadaman listrik.
Dengan demikian, masyarakat dapat mengantisipasi berbagai aktivitas yang bergantung pada pasokan listrik.
Pemadaman yang terjadi berkali-kali tidak hanya dirasakan oleh masyarakat umum, tetapi juga berdampak pada pelaku usaha, pekerja kantoran, hingga mahasiswa yang saat ini sangat bergantung pada perangkat elektronik dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri