RADAR TULUNGAGUNG – Musim kemarau tidak selalu berarti lahan pertanian harus berhenti berproduksi.
Di tengah keterbatasan air dan ancaman tanah kering, sejumlah petani di Kecamatan Pakel, Tulungagung, justru menemukan cara agar sawah tetap menghasilkan.
Hamparan persawahan Desa Gebang, Kecamatan Pakel, Tulungagung, kini tidak lagi dipenuhi tanaman padi. Sebagian lahan beralih menjadi kebun semangka.
Komoditas yang dikenal cukup tahan terhadap kondisi kering itu menjadi pilihan petani untuk menjaga roda ekonomi tetap berjalan saat musim tanam padi berakhir.
Di balik perubahan pola tanam tersebut, ada teknik sederhana yang digunakan petani. Permukaan tanah ditutup menggunakan plastik berwarna mengkilap yang membentang mengikuti jalur tanaman.
Bukan sekadar untuk mempercantik tampilan lahan, plastik tersebut memiliki fungsi penting bagi pertumbuhan tanaman.
Lapisan plastik membantu menjaga kelembapan tanah dengan mengurangi penguapan air akibat terik matahari.
Selain itu, keberadaannya juga mampu menekan pertumbuhan rumput liar yang biasanya menjadi pesaing tanaman dalam mendapatkan unsur hara.
Baca Juga: Panen Melimpah, Plt Bupati Apresiasi Petani Desa Kepuh Tulungagung
“Kalau pakai plastik seperti ini, air lebih lama bertahan di tanah. Rumput juga lebih sedikit tumbuh, jadi perawatan lebih ringan,” ujar Khoirudin, petani asal Desa Gempolan, Kecamatan Pakel.
Menurutnya, tanaman semangka menjadi salah satu pilihan yang cocok dibudidayakan saat kemarau.
Karakter tanaman yang tidak membutuhkan genangan seperti padi membuat semangka lebih memungkinkan ditanam di lahan persawahan yang mulai mengering.
Meski kondisi tanah lebih kering, bukan berarti tanaman dibiarkan tanpa perawatan. Bibit semangka tetap ditanam dengan jarak yang sudah diperhitungkan agar pertumbuhan tanaman maksimal.
Petani juga tetap melakukan penyiraman secara rutin untuk memenuhi kebutuhan air tanaman.
“Jarak tanam tetap diatur. Kalau terlalu rapat nanti pertumbuhannya kurang bagus. Air juga tetap harus diberikan secara teratur,” jelas Udin, sapaan akrabnya.
Pergantian komoditas ini menjadi strategi petani dalam menghadapi perubahan musim.
Lahan yang sebelumnya hanya bergantung pada tanaman padi kini dimanfaatkan untuk menghasilkan komoditas lain yang memiliki nilai ekonomi.
Bagi petani, kemarau bukan hanya tantangan, melainkan juga peluang untuk beradaptasi. Yakni dengan teknik sederhana dan pemilihan tanaman yang tepat di sawah.(*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri