RADAR TULUNGAGUNG – Nasib Jalan Lingkar Wonorejo yang mangkrak selama hampir 18 tahun kembali memicu kemarahan warga.
Kesabaran masyarakat Desa Wonorejo, Kecamatan Pagerwojo, Tulungagung, mulai habis setelah bertahun-tahun menunggu realisasi pembangunan jalan yang dinilai sangat penting bagi akses dan aktivitas warga sekitar Waduk Wonorejo.
Persoalan Jalan Lingkar Wonorejo menjadi sorotan dalam rapat konsolidasi penyelesaian proyek tersebut yang digelar di Kantor Bappeda Tulungagung, Senin (22/6).
Dalam forum itu, warga menyampaikan ultimatum keras kepada pemerintah.
Jika hingga akhir 2026 pembangunan Jalan Lingkar Wonorejo belum juga terealisasi, masyarakat mengancam akan menghentikan berbagai aktivitas yang berkaitan dengan Waduk Wonorejo.
Ancaman tersebut disampaikan dalam pertemuan yang dihadiri perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), Perum Jasa Tirta (PJT), Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Wonorejo, serta Ormas 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera.
Ketua Umum 212 Loro Siji Loro Rakyat Makmur Sejahtera, Rahmat Putra Perdana, menegaskan masyarakat sudah terlalu lama menunggu kepastian pembangunan jalan yang menjadi kebutuhan utama warga terdampak keberadaan waduk.
Menurutnya, berbagai janji penyelesaian yang disampaikan selama bertahun-tahun belum menghasilkan pembangunan nyata. Karena itu, warga menuntut kepastian yang jelas dari pemerintah mengenai nasib proyek tersebut.
"Kami berharap ada kepastian. Jika sampai akhir tahun belum ada realisasi pembangunan, masyarakat siap melakukan aksi sebagai bentuk tuntutan," tegas Rahmat.
Pernyataan serupa disampaikan Koordinator Desa 212 Wonorejo, Beni.
Dia menegaskan warga siap bergerak bersama apabila pembangunan jalan yang selama ini dijanjikan kembali mengalami penundaan.
Menurut Beni, keberadaan Jalan Lingkar Wonorejo bukan sekadar proyek infrastruktur biasa.
Jalan tersebut merupakan kebutuhan mendasar masyarakat yang selama ini terdampak langsung oleh keberadaan Waduk Wonorejo.
Sementara itu, Kepala Bappeda Tulungagung Johannes Bagoes Kuncoro memastikan pemerintah daerah terus berupaya mencari solusi atas berbagai persoalan yang menghambat pembangunan jalan tersebut.
"Pemkab telah berupaya semaksimal mungkin dan akan terus melakukan percepatan penyelesaian masalah ini," ujarnya.
Baca Juga: Mancing di Bendungan Wonorejo Tulungagung 2026, Spot Favorit dengan Bandeng Raksasa
Bagoes menjelaskan, hingga saat ini masih terdapat sejumlah kendala yang harus diselesaikan, terutama terkait status lahan dan pembagian kewenangan antarinstansi.
Karena itu, dukungan dari PJT, BBWS, hingga Perhutani dinilai sangat penting agar proses pembangunan dapat segera berjalan.
"Sinergi semua pihak sangat diperlukan agar status jalan segera jelas dan proses pembangunan bisa dilaksanakan," tambahnya.
Bahkan, Bagoes menyatakan kesiapannya untuk mengawal penyelesaian persoalan tersebut hingga tuntas.
Baca Juga: Waduk Wonorejo: Destinasi Wisata Alam Favorit di Tulungagung yang Wajib Dikunjungi
Dalam waktu dekat, Bappeda Tulungagung juga akan menggelar pertemuan lanjutan dengan Perhutani yang dijadwalkan berlangsung pada awal Agustus mendatang.
Pertemuan itu akan difokuskan untuk mencari solusi terhadap berbagai kendala yang selama ini membuat pembangunan Jalan Lingkar Wonorejo belum juga terealisasi.
Meski demikian, warga berharap rangkaian rapat dan koordinasi yang kembali digelar tidak hanya berakhir sebagai pembahasan di atas meja.
Setelah hampir dua dekade menunggu, masyarakat menginginkan langkah konkret berupa kepastian status jalan dan realisasi pembangunan yang selama ini terus tertunda.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri