Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Aksi Damai Mahasiswa UIN SATU Soroti MBG Tulungagung, Desak Evaluasi Menyeluruh hingga Pengawasan Anggaran

Rahiiq Al Bachri • Kamis, 25 Juni 2026 | 10:11 WIB
Aksi teatrikal yang dilakukan mahasiswa saat menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/6/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Aksi teatrikal yang dilakukan mahasiswa saat menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Tulungagung, Rabu (24/6/2026).(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Pelaksanaan program MBG Tulungagung atau Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu sorotan utama dalam aksi damai mahasiswa UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung di depan kantor DPRD Tulungagung, Selasa (24/6/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan berbagai aspirasi terkait persoalan yang berkembang di Kabupaten Tulungagung.

Salah satu tuntutan yang mengemuka adalah perlunya evaluasi menyeluruh terhadap program MBG Tulungagung agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat sesuai tujuan awal pemerintah.

Koordinator aksi Hendra Nurdiansyah menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis perlu dikaji secara komprehensif.

Baca Juga: DPRD Tulungagung Kawal Tuntutan GEMPAR, Optimalisasi PAD dari PPJ dan PJU hingga Reforma Agraria Jadi Prioritas

Evaluasi tidak hanya menyentuh mekanisme distribusi, tetapi juga kualitas layanan serta pengawasan penggunaan anggaran negara yang dialokasikan untuk program tersebut.

"Perlu adanya evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan MBG, mulai dari mekanisme pelaksanaan sampai pengawasan anggarannya," ujarnya.

Menurut Hendra, pengawasan terhadap program pemerintah yang menggunakan dana publik merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, evaluasi yang dilakukan bukan untuk menghentikan program, melainkan memastikan pelaksanaannya lebih efektif, transparan, dan tepat sasaran.

Dia menilai sejumlah persoalan yang sempat muncul dalam pelaksanaan MBG di beberapa daerah dapat dijadikan bahan pembelajaran.

Baca Juga: Kecewa Audiensi Batal, Mahasiswa UIN SATU Tulungagung Segel Ruang Aspirasi DPRD

Dengan demikian, berbagai kendala yang berpotensi menghambat pencapaian tujuan program dapat diminimalkan sejak dini.

"Kalau ada persoalan di lapangan, harus menjadi bahan perbaikan. Jangan sampai tujuan baik dari program ini justru terkendala karena pelaksanaan yang kurang maksimal," jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Tulungagung Marsono menyatakan pihaknya terbuka terhadap berbagai masukan dari masyarakat, termasuk kalangan mahasiswa.

Menurut dia, setiap program pemerintah yang menggunakan anggaran negara memang harus mendapatkan pengawasan dan evaluasi secara berkala.

Baca Juga: JLS Tersambung, DPRD Tulungagung Dorong Event Wisata dan Fasilitas Pendukung untuk Dongkrak Pariwisata Selatan

"Masukan dari masyarakat maupun elemen lain tentu menjadi bahan evaluasi bersama agar pelaksanaan program semakin baik," katanya.

Marsono menegaskan DPRD Tulungagung akan menampung seluruh aspirasi yang berkembang dan meneruskannya kepada pihak terkait sesuai kewenangan yang dimiliki lembaga legislatif.

"Yang paling penting bagaimana setiap program pemerintah dapat memberikan manfaat optimal bagi masyarakat serta dijalankan secara transparan dan akuntabel," pungkasnya.(bac/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#mbg tulungagung #evaluasi program mbg #aksi damai #UIN Satu Tulungagung #dprd tulungagung