RADAR TULUNGAGUNG – Dampak penutupan Jembatan Gondang 1 Tulungagung akibat proyek penggantian konstruksi mulai dirasakan masyarakat.
Salah satu yang paling terlihat adalah kerusakan di ruas Jalan Duwet-Ngebong, Kecamatan Pakel, Tulungagung, yang kini menjadi jalur alternatif utama penghubung Campurdarat dan Bandung.
Sejak Jembatan Gondang 1 Tulungagung ditutup dan arus lalu lintas dialihkan, volume kendaraan yang melintas di jalur alternatif tersebut meningkat signifikan.
Kondisi itu memicu kerusakan di sejumlah titik badan jalan yang kini dikeluhkan warga dan pengguna jalan.
Pantauan di lapangan menunjukkan beberapa bagian jalan mengalami kerusakan cukup parah.
Lapisan aspal terkelupas hingga memperlihatkan konstruksi beton di bawahnya.
Kerusakan tersebut dinilai membahayakan pengendara, terutama saat malam hari maupun ketika hujan turun.
Krisdatama, warga Kecamatan Pakel, mengatakan kondisi jalan memang mengalami penurunan kualitas setelah intensitas kendaraan meningkat selama penutupan Jembatan Gondang 1.
Baca Juga: Dua Pekan Jembatan Gondang 1 Tulungagung Ditutup, Lalu Lintas Padat pada Jam Kerja dan Sekolah
“Memang ada kerusakan di jalan Duwet-Ngebong itu, jalan yang menghubungkan Campurdarat dan Bandung. Di situ ada aspal yang sudah sampai terlihat betonnya,” ujarnya.
Menurut dia, ruas jalan tersebut saat ini menjadi jalur utama kendaraan bertonase besar yang hendak menuju Trenggalek maupun sebaliknya.
Akibatnya, beban lalu lintas yang diterima jalan meningkat jauh dibandingkan kondisi normal.
Jika tidak segera ditangani, kerusakan dikhawatirkan semakin meluas dan mengganggu mobilitas masyarakat.
Selain itu, risiko kecelakaan lalu lintas juga meningkat, khususnya bagi pengendara roda dua.
Keluhan serupa disampaikan Iqbal Hafidz. Dia menyebut kerusakan jalan sebenarnya sudah mulai terlihat sejak beberapa waktu lalu.
Namun kondisinya semakin memburuk seiring tingginya volume kendaraan yang melintas setiap hari.
“Sebelumnya memang sempat hanya retak saja, tetapi sekarang semakin buruk,” katanya.
Menurut Iqbal, sejumlah titik yang awalnya hanya mengalami retakan kini berubah menjadi lubang dan pengelupasan aspal.
Kondisi tersebut membuat pengendara harus lebih berhati-hati saat melintas di jalur alternatif tersebut.
Warga berharap pemerintah segera melakukan perbaikan sementara agar kerusakan tidak semakin parah.
Apalagi, ruas Duwet-Ngebong masih menjadi akses penting masyarakat selama proyek penggantian Jembatan Gondang 1 berlangsung.
Sementara itu, proyek penggantian Jembatan Gondang 1 masih terus berjalan.
Karena itu, arus kendaraan melalui jalur alternatif diperkirakan tetap tinggi dalam beberapa waktu ke depan.
Menanggapi keluhan tersebut, Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tulungagung Endra Wibawa mengaku akan berkoordinasi dengan bidang bina marga untuk menindaklanjuti kondisi jalan yang mengalami kerusakan.
“Saya koordinasikan dulu dengan bidang yang menangani,” tuturnya.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri