Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

MBG Tulungagung saat Libur Sekolah Masih Abu-Abu, Satgas Tunggu Arahan BGN sebelum Ambil Keputusan

Sandy Sri Yuwana • Jumat, 26 Juni 2026 | 07:52 WIB
Salah satu SPPG di Desa Ringinpitu tutup selama masa libur sekolah, Kamis (25/6/2026).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Salah satu SPPG di Desa Ringinpitu tutup selama masa libur sekolah, Kamis (25/6/2026).(SANDY YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Pelaksanaan MBG Tulungagung selama masa libur sekolah hingga kini masih belum memiliki kepastian.

Satgas Percepatan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung masih menunggu petunjuk resmi dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait kelanjutan program tersebut.

Ketidakjelasan pelaksanaan MBG Tulungagung saat musim liburan membuat Satgas belum berani menyampaikan sikap resmi kepada masyarakat.

Sebab, seluruh keputusan teknis program berada di bawah kewenangan BGN sebagai pelaksana utama.

Baca Juga: Aksi Damai Mahasiswa UIN SATU Soroti MBG Tulungagung, Desak Evaluasi Menyeluruh hingga Pengawasan Anggaran

Ketua Satgas Percepatan MBG Tulungagung Johannes Bagoes Kuncoro menegaskan pihaknya selama ini hanya berperan membantu percepatan dan fasilitasi pelaksanaan program di daerah.

Sementara seluruh kebijakan teknis tetap menjadi kewenangan BGN.

"Kalau kami ini sebenarnya hanya membantu di samping BGN. Kewenangan teknis ada di BGN. Tugas kami lebih pada percepatan dan fasilitasi agar program bisa berjalan," ujarnya.

Menurut Bagoes, koordinasi antara Satgas MBG Tulungagung dan BGN selama ini berjalan cukup baik.

Baca Juga: Heru Tjahjono Ajak Warga Tulungagung Mangayubagya Dukung Program MBG

Berbagai komunikasi yang dilakukan biasanya mendapat respons positif.

Namun, dalam beberapa hari terakhir sejumlah pertanyaan yang disampaikan kepada BGN, termasuk terkait pelaksanaan program saat libur sekolah, belum mendapatkan jawaban.

"Selama ini hubungan dengan BGN baik-baik saja. Kalau kami komunikasi biasanya juga dibalas. Tetapi beberapa hari terakhir kami menyampaikan beberapa pertanyaan, termasuk yang ditanyakan teman-teman media, memang belum ada balasan," katanya.

Kondisi tersebut membuat Satgas memilih menunggu arahan resmi sebelum menyampaikan informasi lebih lanjut kepada masyarakat.

Baca Juga: Heru Tjahjono Bersama BGN, Sosialisasikan Manfaat Program MBG di Kepatihan Tulungagung

Bagoes mengaku tidak ingin muncul kesimpangsiuran informasi yang justru memicu kebingungan publik.

Menurut dia, keputusan yang disampaikan tanpa dasar kebijakan resmi berpotensi menimbulkan persepsi berbeda di tengah masyarakat. Karena itu, pihaknya memilih berhati-hati sambil menunggu petunjuk dari BGN.

"Kami tidak berani membuat pernyataan sendiri. Nanti kalau ternyata berbeda dengan kebijakan BGN justru menimbulkan persoalan.

Karena itu, kami minta petunjuk dulu dari BGN, apakah saat musim liburan ini program tetap berjalan atau ada penyesuaian," terangnya.

Baca Juga: SPPG Banjarejo Tulungagung Genjot Kualitas Gizi, Menu MBG Kini Wajib Diolah Sendiri

Bagoes menjelaskan, posisi BGN saat ini hampir serupa dengan instansi vertikal yang memiliki sistem dan kewenangan tersendiri.

Karena itu, pemerintah daerah maupun satgas hanya berfungsi mendukung percepatan implementasi program di lapangan.

"Kalau kita lihat, BGN ini seperti instansi vertikal yang sudah sangat mandiri. Maka, kami menunggu arahan resmi dari mereka," tambahnya.

Di tengah menunggu kepastian tersebut, Satgas Percepatan MBG Tulungagung juga tengah fokus menyelesaikan dokumen Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).

Baca Juga: Serap Aspirasi Dapil 3, Sukanto Soroti Jalan hingga Program MBG di Tulungagung

Setelah tahapan itu selesai, satgas berencana menggelar rapat koordinasi untuk membahas langkah lanjutan program makan bergizi gratis di Tulungagung.

"Nanti setelah urusan RKPD selesai, kami akan mengundang rapat. Kami ingin memastikan langkah selanjutnya seperti apa, termasuk koordinasi dengan BGN," jelasnya.

Meski demikian, pengembangan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung tetap menjadi prioritas utama.

Keberadaan SPPG dinilai penting untuk mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis sekaligus memperkuat layanan pemenuhan gizi bagi masyarakat.

Baca Juga: Relawan SPPG Menganggur, 8 Dapur MBG di Tulungagung Kena Sanksi Suspend Imbas Dugaan Keracunan

Bagoes memastikan, apabila sudah ada keputusan resmi dari BGN terkait pelaksanaan MBG selama masa liburan sekolah, informasi tersebut akan segera disampaikan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan berbagai spekulasi.

"Kalau sudah ada arahan resmi dari BGN, tentu akan kami sampaikan. Jadi, informasi yang diterima masyarakat sama dan tidak menimbulkan persepsi yang berbeda-beda," pungkasnya.(sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#mbg tulungagung #johannes bagoes kuncoro #sppg tulungagung #badan gizi nasional #Makan Bergizi Gratis