RADAR TULUNGAGUNG – Kabar menggembirakan datang bagi pengembangan sektor wisata sejarah dan budaya di Kota Marmer.
Museum Daerah Tulungagung dipastikan bakal mendapatkan anggaran revitalisasi sekitar Rp 2 miliar dari Kementerian Kebudayaan untuk meningkatkan kualitas kawasan dan fasilitas museum.
Program revitalisasi Museum Daerah Tulungagung tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan pemerintah pusat dalam pelestarian cagar budaya sekaligus pengembangan wisata edukasi di daerah.
Anggaran yang digelontorkan akan digunakan untuk memperluas dan menata kawasan museum agar lebih representatif, modern, serta ramah bagi pengunjung.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung, Muhammad Ardian Candra mengatakan, proses revitalisasi Museum Daerah Tulungagung saat ini sudah mulai berjalan.
Tahap awal yang dilakukan berupa pengurukan dan pemerataan lahan sebagai persiapan pengembangan kawasan museum.
“Pada tahun ini atau tahun depan, kompleks museum akan mendapatkan alokasi anggaran sekitar Rp 2 miliar dari Kementerian Kebudayaan untuk proyek revitalisasi dan perluasan lahan. Saat ini masih tahap awal berupa pengurukan dan pemerataan lahan,” ujarnya.
Menurut Candra, anggaran tersebut akan difokuskan untuk meningkatkan kualitas fasilitas museum.
Beberapa rencana yang akan direalisasikan antara lain perluasan area pameran, penataan lingkungan museum, hingga penyediaan sarana pendukung yang lebih nyaman bagi pengunjung.
Langkah tersebut diharapkan mampu mengubah wajah museum menjadi lebih menarik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini, terutama generasi muda dan kalangan pelajar.
“Revitalisasi itu diharapkan mampu mengubah citra museum yang selama ini identik dengan tempat penyimpanan benda kuno menjadi ruang edukasi yang lebih menarik dan interaktif,” katanya.
Disbudpar Tulungagung juga mulai mendorong masyarakat untuk menjadikan museum sebagai salah satu tujuan wisata keluarga.
Selain memberikan hiburan, museum dinilai memiliki nilai edukatif yang dapat memperkaya pengetahuan tentang sejarah dan budaya lokal.
Selama ini, destinasi wisata pantai masih menjadi magnet utama kunjungan wisatawan di Tulungagung.
Namun pemerintah daerah berharap kehadiran museum yang lebih modern nantinya dapat menjadi alternatif wisata baru yang mampu menarik minat masyarakat.
Dengan revitalisasi tersebut, wisata berbasis sejarah dan budaya diharapkan dapat berkembang lebih baik sekaligus menjadi penyeimbang dominasi wisata alam yang selama ini mendominasi sektor pariwisata Tulungagung.
Tak hanya fokus pada museum, Disbudpar juga tengah menyiapkan berbagai konsep wisata edukasi lainnya.
Salah satu yang mulai dirancang adalah pengembangan wisata berbasis kehidupan masyarakat pesisir melalui konsep Kampung Nelayan.
Program tersebut nantinya diharapkan mampu memberikan pengalaman wisata yang berbeda bagi pengunjung sekaligus memperkenalkan aktivitas masyarakat nelayan sebagai bagian dari kekayaan budaya lokal Tulungagung.
“Jadi nanti kita coba akan mengonsep terkait wisata edukasi Kampung Nelayan itu,” tandasnya.
Revitalisasi Museum Daerah Tulungagung dan pengembangan wisata edukasi baru menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah untuk memperluas pilihan destinasi wisata sekaligus meningkatkan daya tarik sektor pariwisata berbasis budaya dan sejarah di Kabupaten Tulungagung.(bac/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri