TULUNGAGUNG – Pemkab Tulungagung mulai mencadangkan anggaran Pilkades Serentak 2027 sejak penyusunan APBD 2026.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan kebutuhan pendanaan pemilihan kepala desa dapat dipenuhi secara bertahap tanpa membebani keuangan daerah dalam satu tahun anggaran.
Pencadangan anggaran Pilkades Serentak 2027 menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menghadapi agenda besar yang akan berlangsung dua tahun mendatang.
Persiapan tersebut dilakukan lebih awal mengingat banyaknya desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa secara bersamaan.
Baca Juga: Jelang Pilkades Serentak 2027, Pemkab Tulungagung Prioritaskan Pembentukan BPD di 243 Desa
Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin memastikan bahwa anggaran Pilkades Serentak 2027 sudah mulai dipersiapkan sejak tahun ini melalui APBD 2026.
Pemerintah daerah menilai langkah pencadangan menjadi solusi agar kebutuhan pendanaan tidak muncul secara mendadak saat pelaksanaan kegiatan.
“Sudah kita siapkan. Pencadangan dari APBD tahun 2026 ini sudah persiapan. Nanti anggarannya ditambah pada tahun 2027,” ujar Ahmad Baharudin.
Pencadangan Anggaran Masuk APBD Murni
Ahmad Baharudin menegaskan bahwa sumber anggaran untuk Pilkades Serentak 2027 direncanakan melalui APBD murni.
Dengan demikian, kebutuhan pendanaan sudah masuk dalam perencanaan keuangan daerah dan tidak menunggu perubahan anggaran.
Menurut dia, pencadangan sejak APBD 2026 menjadi langkah antisipatif agar pelaksanaan pilkades dapat berjalan lancar.
Baca Juga: 243 Desa di Tulungagung Ikut Pilkades Serentak 2027, Anggaran Bisa Tembus Rp 50 Miliar
Selain itu, skema tersebut memberi ruang bagi pemerintah daerah untuk menyesuaikan kebutuhan anggaran apabila terdapat tambahan kebutuhan pada tahun pelaksanaan.
Saat ditanya mengenai mekanisme penganggaran, Ahmad memastikan bahwa alokasi tersebut telah dirancang melalui APBD murni.
“Iya, sumbernya dari APBD Murni,” tegasnya.
Pemkab Siapkan Rp 30 Miliar untuk Tahapan Pilkades
Sementara itu, Pj Sekda Tulungagung Tri Hariadi mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan anggaran sekitar Rp 30 miliar untuk Pilkades Serentak 2027.
Anggaran tersebut diproyeksikan untuk mendukung seluruh tahapan kegiatan, mulai persiapan hingga pelaksanaan pemilihan kepala desa.
Dana itu juga disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan pilkades di 243 desa yang masa jabatan kepala desanya akan berakhir pada tahun 2027.
“Untuk Pilkades Serentak 2027, pemkab telah menyiapkan anggaran Rp 30 miliar, termasuk untuk persiapan dan pelaksanaannya. Karena saat ini masih tahap persiapan, kami siapkan sekian. Kalau nanti kebutuhannya lebih, akan kami tambahkan,” jelas Tri Hariadi.
Sebelumnya, Pemkab Tulungagung juga telah memperkirakan kebutuhan anggaran Pilkades Serentak 2027 mencapai puluhan miliar rupiah.
Besarnya kebutuhan tersebut sejalan dengan jumlah desa yang akan melaksanakan pemilihan kepala desa secara bersamaan.
Persiapan Regulasi Mulai Dilakukan
Selain menyiapkan anggaran, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Tulungagung juga mulai melakukan berbagai persiapan menjelang pelaksanaan Pilkades Serentak 2027.
Persiapan tersebut mencakup penyusunan kebutuhan anggaran hingga penyesuaian regulasi yang akan menjadi landasan pelaksanaan pilkades.
Langkah ini dilakukan agar seluruh tahapan dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku saat memasuki tahun pelaksanaan.
Di sisi lain, Pemkab Tulungagung juga akan menjadi tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Provinsi Jawa Timur pada 2027.
Agenda tingkat provinsi tersebut diperkirakan membutuhkan dukungan anggaran yang cukup besar untuk penyelenggaraan maupun penyiapan sarana pendukung.
Karena itu, pemerintah daerah memilih melakukan pencadangan anggaran sejak lebih awal. Skema tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan pendanaan Pilkades Serentak 2027 dan agenda besar lainnya secara bertahap tanpa mengganggu program pembangunan yang telah direncanakan.
Dengan pencadangan melalui APBD 2026 dan penambahan anggaran pada tahun pelaksanaan, Pemkab Tulungagung menargetkan seluruh kebutuhan Pilkades Serentak 2027 dapat terpenuhi secara optimal.(sri)
Editor : Vidya Sajar Fitri