Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Asal Usul Tulungagung Terungkap, Kisah Jaka Baru Keringkan Rawa Ngerowo hingga Lahir Nama Tulungagung

Fadhilah Salsa Bella • Minggu, 28 Juni 2026 | 16:43 WIB
Asal usul Tulungagung bermula dari kisah Jaka Baru mengeringkan rawa Ngerowo hingga lahir nama Tulungagung yang melegenda (Pinterest).
Asal usul Tulungagung bermula dari kisah Jaka Baru mengeringkan rawa Ngerowo hingga lahir nama Tulungagung yang melegenda (Pinterest).

RADAR TULUNGAGUNG Asal usul Tulungagung menjadi salah satu cerita rakyat yang terus diwariskan dari generasi ke generasi di Jawa Timur. Legenda ini mengisahkan perjuangan seorang pemuda bernama Jaka Baru yang berhasil mengeringkan rawa luas bernama Ngerowo melalui sebuah sayembara yang digelar Adipati Betak. Dari peristiwa itulah, masyarakat meyakini lahir nama Tulungagung yang dikenal hingga sekarang.

Cerita asal usul Tulungagung bermula ketika Kadipaten Betak mengalami persoalan serius akibat semakin banyaknya pendatang yang datang untuk menetap. Seluruh lahan permukiman telah penuh, sementara satu-satunya kawasan yang masih tersisa hanyalah rawa-rawa luas bernama Ngerowo yang terus digenangi air.

Adipati Betak berulang kali memerintahkan pasukannya mengeringkan rawa tersebut. Namun, seluruh upaya selalu gagal karena di tengah kawasan terdapat sumber mata air yang memancar tanpa henti. Kondisi itu membuat pembangunan permukiman baru tidak pernah berhasil diwujudkan.

Baca Juga: 5 HP Vivo Turun Harga 2026, Vivo X200 hingga Vivo Y19s Makin Murah, Ini Daftar Harga dan Spesifikasinya

Sayembara Mengeringkan Rawa Ngerowo

Melihat berbagai usaha yang selalu menemui jalan buntu, seorang penasihat mengusulkan agar Adipati Betak mengadakan sayembara. Siapa pun yang mampu mengeringkan wilayah Ngerowo akan diangkat menjadi patih kepercayaan kadipaten.

Usulan tersebut langsung diterima. Kabar sayembara segera disebarkan ke berbagai daerah hingga menarik perhatian banyak orang. Hadiah berupa jabatan patih membuat para pendekar dan orang-orang yang mengaku memiliki kesaktian berdatangan untuk mencoba keberuntungan.

Meski demikian, kenyataan berkata lain. Satu per satu peserta gagal menuntaskan tantangan tersebut. Setiap kali air berhasil dikurangi, genangan kembali memenuhi rawa hanya dalam waktu singkat. Harapan Adipati Betak perlahan memudar karena hari terakhir sayembara hampir berakhir tanpa pemenang.

Munculnya Jaka Baru dari Lereng Gunung Wilis

Di saat semua orang hampir menyerah, muncullah seorang pemuda bernama Jaka Baru yang berasal dari lereng Gunung Wilis. Ia datang menghadap Adipati Betak dan menyatakan kesediaannya mengikuti sayembara.

Sang adipati sempat mengingatkan bahwa banyak tokoh sakti sebelumnya telah gagal. Bahkan, Jaka Baru harus siap menerima hukuman berat apabila tidak berhasil menyelesaikan tantangan tersebut.

Namun sebelum memulai sayembara, Jaka Baru meminta izin pulang untuk memohon restu kepada ayahnya, Ki Ageng Mangir. Permintaan itu dikabulkan.

Di hadapan sang ayah, Jaka Baru mendapat petunjuk yang tidak biasa. Ia diminta mencari pohon aren, mengambil segenggam ijuk dan sebatang lidi, lalu menggunakannya untuk menutup sumber mata air di tengah rawa setelah terlebih dahulu memanjatkan doa kepada Sang Pencipta dan alam.

Baca Juga: 5 HP Samsung Galaxy S Turun Harga 2026, Galaxy S24 Ultra hingga Galaxy S25 Ultra Kini Makin Worth It Dibeli

Ijuk Aren Menjadi Kunci Keberhasilan

Setelah memperoleh petunjuk tersebut, Jaka Baru kembali menuju Kadipaten Betak. Dalam perjalanan ia menemukan pohon aren dan mengambil ijuk serta lidi sesuai pesan ayahnya.

Sesampainya di lokasi sayembara, Jaka Baru memanjatkan doa sebelum turun ke dalam rawa. Ia kemudian berhasil menemukan sumber mata air yang selama ini menyebabkan kawasan Ngerowo selalu tergenang.

Segenggam ijuk aren disumbatkan tepat pada sumber air tersebut. Ajaibnya, aliran air langsung berhenti. Setelah itu, Jaka Baru menancapkan sebatang lidi di samping sumber mata air yang telah tertutup.

Perlahan namun pasti, genangan air mulai surut hingga akhirnya rawa Ngerowo benar-benar mengering. Keberhasilan itu disambut rasa syukur dan kegembiraan oleh Adipati Betak beserta seluruh masyarakat yang menyaksikannya.

Awal Mula Nama Tulungagung

Sebagai bentuk penghargaan atas jasanya, Adipati Betak mengangkat Jaka Baru menjadi patih. Kawasan yang semula berupa rawa kemudian berkembang menjadi permukiman baru yang ramai dihuni masyarakat dan para pendatang.

Dalam kisah tersebut diceritakan bahwa Adipati Betak berulang kali mengucapkan kalimat "pitulungan agung" yang berarti pertolongan besar dari Sang Pencipta melalui Jaka Baru. Ucapan itu lambat laun berubah dalam penyebutan masyarakat menjadi "Tulung Agung".

Legenda tersebut hingga kini dikenal sebagai salah satu versi asal usul Tulungagung yang paling populer di kalangan masyarakat Jawa Timur. Meski bersifat cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun, kisah ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya daerah sekaligus menggambarkan semangat gotong royong, keberanian, dan harapan dalam membangun kehidupan baru.

Baca Juga: 5 HP Samsung Galaxy A Turun Harga 2026, Galaxy A57 hingga Galaxy A16 Kini Makin Worth It Dibeli

Editor : Fadhilah Salsa Bella
#Rawa Ngerowo #asal usul Tulungagung #sejarah tulungagung #Adipati Betak #Jaka Baru