TULUNGAGUNG – Kerugian kebakaran rumah Rp 100 juta dialami Suprapti, warga RT 03/RW 05, Dusun Donorejo, Desa Tapan, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, setelah rumah beserta sebagian besar isinya hangus terbakar pada Minggu (28/6) pagi.
Besarnya kobaran api membuat barang-barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan meski warga sekitar telah berupaya membantu.
Kerugian kebakaran rumah Rp 100 juta tersebut terjadi setelah api muncul sekitar pukul 09.50 WIB dan dengan cepat melalap bangunan utama.
Dalam waktu singkat, kobaran api menyebar ke seluruh bagian rumah sehingga sebagian besar harta benda milik korban ludes terbakar.
Meski kerugian kebakaran rumah Rp 100 juta cukup besar, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun korban luka.
Seluruh penghuni rumah berhasil menyelamatkan diri sebelum api semakin membesar.
Sebagian Besar Isi Rumah Tidak Sempat Diselamatkan
Kepulan asap hitam terlihat membumbung tinggi sesaat setelah api membesar. Warga sekitar segera berdatangan dan berusaha menyelamatkan barang-barang berharga milik korban.
Namun, besarnya kobaran api membuat upaya tersebut tidak banyak membuahkan hasil. Api terus menjalar dengan cepat hingga menghanguskan bangunan beserta sebagian besar isi rumah.
Kasi Operasi dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Pertolongan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan cepatnya penyebaran api menyebabkan barang-barang milik korban tidak sempat dievakuasi.
Menurut dia, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik yang memunculkan api dari bagian tengah rumah sebelum akhirnya membesar.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik. Api pertama kali muncul dari bagian tengah rumah, kemudian membesar hingga menghanguskan bangunan beserta seluruh isi rumah utama," ujarnya.
Pemadaman Berlangsung Sekitar Satu Jam
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 10.30 WIB. Delapan menit kemudian tim pemadam bergerak menuju lokasi dengan membawa dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua kendaraan suplai air.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 10.45 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Prioritas utama saat itu adalah mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke rumah warga lain di sekitar lokasi.
Proses pemadaman berlangsung kurang lebih selama satu jam. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan pembasahan di seluruh bagian bangunan guna memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa.
Penanganan di lokasi selesai sekitar pukul 11.45 WIB setelah situasi dinyatakan aman. Upaya tersebut juga berhasil mencegah api menjalar ke bangunan lain.
"Fokus utama petugas saat tiba di lokasi adalah mengendalikan api agar tidak merambat ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini," kata Bambang.
DPKP Ingatkan Pentingnya Memeriksa Instalasi Listrik
Selain menangani kebakaran, DPKP Tulungagung mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah. Imbauan itu disampaikan karena dugaan sementara penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik.
Menurut Bambang, instalasi listrik yang sudah tua atau tidak sesuai standar berpotensi memicu kebakaran. Oleh karena itu, masyarakat diminta rutin memeriksa instalasi listrik serta segera mengganti kabel maupun peralatan yang sudah tidak layak digunakan.
Ia berharap langkah tersebut dapat mengurangi risiko terjadinya kebakaran serupa yang berpotensi menimbulkan kerugian material besar.
"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa kondisi instalasi listrik di rumah. Jika ada kabel atau peralatan listrik yang sudah tidak layak, sebaiknya segera diganti agar risiko kebakaran dapat diminimalkan," pungkasnya.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri