TULUNGAGUNG - Sebanyak lima jemaah haji Tulungagung wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci pada pelaksanaan haji tahun 1447 Hijriah.
Kabar duka tersebut terjadi di tengah proses kepulangan jemaah haji asal daerah ini yang kini mulai kembali ke tanah air secara bertahap.
Peristiwa lima jemaah haji Tulungagung wafat ini menambah catatan tersendiri dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini, di mana ribuan jemaah lainnya masih menjalani proses pemulangan dari Arab Saudi menuju Indonesia.
Meski demikian, sebagian besar jemaah tetap melanjutkan perjalanan pulang sesuai jadwal kloter masing-masing.
Baca Juga: Jemaah Haji Tulungagung Kloter 102 Tiba, Suasana Haru Pecah Saat Bertemu Keluarga
Lima Jemaah Haji Tulungagung Wafat Saat Beribadah di Tanah Suci
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, membenarkan adanya lima jemaah haji asal Tulungagung yang wafat selama berada di Arab Saudi.
Ia menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut dan mendoakan agar para almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.
"Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga lima jemaah yang wafat di Tanah Suci. Semoga almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT," ujarnya.
Kondisi ini menjadi bagian dari rangkaian pelaksanaan ibadah haji 1447 H yang juga diikuti oleh ribuan jemaah asal Tulungagung.
Baca Juga: Ribuan Jamaah Calon Haji Tulungagung Diberangkatkan, Tiga Batal, Satu Meninggal Dunia
Total Keberangkatan dan Kondisi Pemulangan Jemaah
Suryani menjelaskan, pada tahun ini Tulungagung memberangkatkan 1.174 jemaah haji. Jumlah tersebut berkurang satu orang dari kuota awal 1.175 calon jemaah karena satu orang atas nama Faridil batal berangkat.
Dari total tersebut, lima jemaah tidak dapat mengikuti proses kepulangan karena telah wafat di Tanah Suci. Selain itu, enam jemaah lainnya telah lebih dahulu kembali ke Indonesia melalui mekanisme kepulangan terpisah.
Enam jemaah tersebut berasal dari beberapa kloter, yakni 2 orang dari kloter 32, 2 orang dari kloter 34, dan 2 orang dari kloter 102.
Dengan kondisi itu, masih terdapat 1.163 jemaah yang saat ini menjalani proses pemulangan secara bertahap ke Tulungagung.
Baca Juga: 365 JCH Tulungagung Masuk Kategori Risiko Tinggi, Bakal Diawasi Ketat Saat Haji 2026
Pemulangan Bertahap Masih Berlangsung Hingga 1 Juli
Proses pemulangan jemaah haji Tulungagung mulai berlangsung pada Minggu (28/6). Sejumlah kelompok terbang (kloter) dijadwalkan tiba secara bergelombang mulai kloter 102 hingga kloter 105.
Sementara itu, kloter terakhir yakni kloter 112 diperkirakan tiba di Tulungagung pada Rabu (1/7) dini hari. Jadwal kedatangan ini masih bersifat estimasi karena dipengaruhi berbagai faktor teknis perjalanan.
Suryani menyebutkan, waktu kedatangan pesawat, proses penerimaan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, hingga perjalanan menuju Tulungagung dapat memengaruhi jadwal kepulangan jemaah.
"Kami berharap keluarga tetap mengikuti informasi resmi dari panitia haji daerah. Jadwal bisa berubah menyesuaikan kondisi perjalanan," katanya.
Baca Juga: 33 ASN Pemkab Tulungagung Ajukan Cuti Haji 2026, Mayoritas Guru dan Tenaga Kesehatan
Duka di Tengah Kepulangan Jemaah Haji
Kabar lima jemaah haji Tulungagung wafat menjadi bagian dari catatan pelaksanaan haji tahun ini yang diwarnai duka di tengah proses kepulangan jemaah. Meski demikian, mayoritas jemaah tetap dipastikan kembali ke tanah air secara bertahap sesuai jadwal yang telah ditentukan.
Pemerintah daerah melalui Kemenhaj Tulungagung menegaskan seluruh proses pemulangan terus dipantau agar berjalan lancar hingga kloter terakhir tiba di tanah air.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri