TULUNGAGUNG – Enam jemaah haji Tulungagung pulang lebih awal ke Indonesia melalui mekanisme kepulangan terpisah pada penyelenggaraan ibadah haji 1447 Hijriah.
Kepulangan enam jemaah tersebut membuat jumlah jemaah yang masih mengikuti proses pemulangan reguler ke Tulungagung berkurang dari total jemaah yang diberangkatkan tahun ini.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, menjelaskan bahwa enam jemaah haji Tulungagung pulang lebih awal berasal dari beberapa kelompok terbang (kloter).
Mereka telah lebih dahulu tiba di Indonesia sebelum jadwal pemulangan bertahap yang berlangsung mulai akhir Juni.
Menurut Suryani, enam jemaah haji Tulungagung pulang lebih awal melalui mekanisme kepulangan terpisah. Dengan demikian, jumlah jemaah yang masih menjalani proses kepulangan menuju Tulungagung menyesuaikan kondisi tersebut.
Enam Jemaah Berasal dari Tiga Kloter
Suryani mengungkapkan, pada musim haji tahun ini Tulungagung memberangkatkan sebanyak 1.174 jemaah. Jumlah tersebut berkurang satu orang dari kuota awal sebanyak 1.175 calon jemaah karena seorang calon jemaah atas nama Faridil batal berangkat.
Dari total jemaah yang diberangkatkan, enam orang telah kembali lebih dahulu ke Indonesia melalui mekanisme kepulangan terpisah. Mereka berasal dari tiga kelompok terbang berbeda.
"Enam jemaah yang pulang lebih dulu berasal dari beberapa kloter, yakni dua orang dari Kloter 32, dua orang dari Kloter 34, dan dua orang dari Kloter 102," ujar Suryani.
Selain enam jemaah yang telah kembali lebih awal, terdapat lima jemaah asal Tulungagung yang meninggal dunia saat menjalankan ibadah di Arab Saudi. Kondisi tersebut turut memengaruhi jumlah jemaah yang mengikuti proses pemulangan reguler ke daerah asal.
Baca Juga: Lima Jemaah Haji Tulungagung Wafat di Tanah Suci pada Pelaksanaan Haji 1447 H
Pemulangan Berlangsung Bertahap
Dengan adanya enam jemaah yang sudah tiba lebih dahulu di Indonesia serta lima jemaah yang wafat di Tanah Suci, jumlah jemaah yang masih menjalani proses pemulangan ke Tulungagung tercatat sebanyak 1.163 orang.
Pemulangan jemaah mulai berlangsung pada Minggu (28/6). Kedatangan para jemaah dijadwalkan berlangsung secara bertahap sesuai kelompok terbang masing-masing.
Kloter yang dijadwalkan tiba lebih dahulu meliputi Kloter 102 hingga Kloter 105. Sementara itu, kloter terakhir, yakni Kloter 112, diperkirakan tiba di Tulungagung pada Rabu (1/7) dini hari.
Proses pemulangan dilakukan secara bergelombang mengikuti jadwal penerbangan serta tahapan penerimaan jemaah di Asrama Haji Embarkasi Surabaya sebelum melanjutkan perjalanan menuju Tulungagung.
Baca Juga: Jemaah Haji Tulungagung Kloter 102 Tiba, Suasana Haru Pecah Saat Bertemu Keluarga
Jadwal Masih Bersifat Estimasi
Suryani mengingatkan bahwa jadwal kedatangan jemaah haji masih bersifat estimasi. Sejumlah faktor dapat memengaruhi waktu kepulangan, mulai dari kedatangan pesawat di Indonesia, proses penerimaan di Asrama Haji Embarkasi Surabaya, hingga perjalanan darat menuju Tulungagung.
Karena itu, keluarga jemaah diminta terus mengikuti informasi resmi yang disampaikan panitia haji daerah agar memperoleh perkembangan terbaru mengenai jadwal kedatangan.
"Kami berharap keluarga tetap mengikuti informasi resmi dari panitia haji daerah. Jadwal bisa berubah menyesuaikan kondisi perjalanan," kata Suryani.
Kepulangan enam jemaah melalui mekanisme terpisah menjadi bagian dari proses pemulangan jemaah haji asal Tulungagung tahun ini.
Sementara itu, ribuan jemaah lainnya dijadwalkan kembali secara bertahap hingga seluruh rangkaian pemulangan selesai sesuai jadwal yang telah ditetapkan.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri