Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Tradisi Sakral Tombak Korowelang Dijamasi, Pemdes Ringinpitu Tulungagung Bersihkan Hati dan Pikiran

Rinto Wahyu Hidayat • Sabtu, 4 Juli 2026 | 19:59 WIB
Prosesi jamasan pusaka dilakukan oleh juri jamas Desa Ringinpitu di Balai Desa Rajasa Kusumapura, Sabtu (4/7).
Prosesi jamasan pusaka dilakukan oleh juru jamas Desa Ringinpitu di Balai Desa Rajasa Kusumapura, Sabtu (4/7).
 
RADAR TULUNGAGUNG – Pemdes Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru terus menjaga warisan budaya. Hal ini lewat Prosesi Adat Jamasan Pusaka Tombak Korowelang dan diawali dengan acara kenduren di Pendapa Rajasa Kusumapura, Sabtu (4/7).

Mengusung tema “Merawat Tradisi, Menjaga Leluhur”, kegiatan ini menegaskan bahwa tradisi lokal tetap hidup di tengah perubahan zaman.

Prosesi dipimpin Kepala Desa Ringinpitu Drs. Suwito bersama lembaga adat, perangkat desa, tokoh masyarakat, dan mahasiswa KKN UIN Sayyid Ali Rahmatullah (UIN SATU) Tulungagung. Keterlibatan generasi muda menjadi bagian penting agar budaya tidak berhenti sebagai seremoni, tetapi diwariskan sejak dini

Beberapa pusaka warga juga dijamasi oleh juru jamas Desa Ringinpitu.
Beberapa pusaka warga juga dijamasi oleh juru jamas Desa Ringinpitu.

 

Ketua Lembaga Adat Desa Ringinpitu, Budi Sujarwo, mengatakan jamasan bukan sekadar membersihkan pusaka, melainkan juga membersihkan hati dan pikiran.

Tradisi ini sudah ada sejak 2024 dan menjadi bagian dari upaya nguri-uri budaya sekaligus doa agar masyarakat melangkah lebih baik di tahun-tahun mendatang.

“Maknanya bukan hanya membersihkan pusaka secara fisik, tetapi juga membersihkan hati dan pikiran. Ini dilakukan pada bulan Sura sebagai pengingat agar kita menjalani kehidupan dengan lebih baik,” ujarnya.

Budi Plandang sapaan akrabnya menilai jamasan tahun ini terasa istimewa karena digelar di tengah situasi ekonomi dan sosial yang belum sepenuhnya stabil. Karena itu, prosesi adat ini diharapkan menjadi penguat semangat warga untuk menatap masa depan dengan lebih bersih dan tertata.

“Secara prosesi memang sama seperti tahun sebelumnya, tetapi maknanya sangat kuat. Mudah-mudahan semangat jamasan hari ini menjadi tekad agar ke depan kita lebih baik dari sebelumnya,” katanya.

Ia menegaskan, budaya bukan sekadar ritual atau mitos. Budaya adalah fondasi karakter bangsa dan bagian dari ketahanan nasional. Karena itu, pelestarian tradisi harus melibatkan masyarakat, terutama keluarga dan generasi muda.

“Budaya adalah kunci ketahanan nasional. Kalau karakter bangsa kuat, maka dari keluarga, lingkungan, dan Desa Ringinpitu akan lahir masyarakat yang juga kuat,” tegasnya.

Menurut ayah tiga putra ini, keterlibatan anak muda dalam jamasan menjadi langkah penting agar tradisi tetap relevan. Mereka tidak hanya menyaksikan, tetapi juga belajar memahami nilai-nilai budaya yang diwariskan leluhur.

“Yang ikut jamasi ini masih muda-muda. Saya ingin anak anak muda peduli pada kegiatan budaya seperti ini. Jangan dilihat sebagai mistik, tetapi sebagai upaya menjaga karakter bangsa,” ujarnya.

Selain menjaga nilai budaya, tradisi jamasan juga dinilai punya dampak ekonomi. Jika terus dikembangkan, kegiatan ini bisa menjadi daya tarik budaya yang memberi nilai tambah bagi warga dan desa.

“Kalau tradisi ini terus hidup, tentu ada nilai tambah, termasuk dari sisi ekonomi. Ini yang ingin kami dorong ke depan,” tambahnya.

Secara spiritual, Jamasan Tombak Korowelang juga menjadi momentum doa bersama agar desa dan masyarakat diberi ketenteraman, keberkahan, dan kehidupan yang lebih baik terhadap warga juga masyarakat Desa Ringinpitu khususnya.

“Dengan doa yang kita panjatkan, mudah-mudahan suasana desa, daerah, hingga nasional bisa menjadi lebih bersih dan lebih baik,” pungkasnya.

Kepala Desa Ringinpitu, Suwito, menegaskan Pemdes Ringinpitu juga rutin menggelar kirab pusaka dalam rangka hari jadi desa setiap tahun. Tradisi ini menjadi sarana edukasi budaya sekaligus penguat identitas desa di tengah derasnya arus digital.

Ke depan, Jamasan Pusaka Tombak Korowelang bakal terus dikembangkan sebagai daya tarik budaya. Apalagi saat ini menjadi ikon wisata budaya Desa Ringinpitu berkat dukungan masyarakat serta pemerintah desa, “Harapan kami, tradisi ini terus dikenal, dilestarikan, dan menjadi kebanggaan generasi muda. Budaya adalah identitas bangsa yang harus dijaga bersama,” tandasnya.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#tombak korowelang #tulungagung #Jamasan Pusaka #ringinpitu