RADAR TULUNGAGUNG – Tradisi Labuh Laut Larung Sembonyo di Pantai Popoh, Desa Besole, Kecamatan Besuki, kembali digelar dengan khidmat, Minggu (5/7). Pemerintah Kabupaten Tulungagung menilai tradisi tahunan masyarakat pesisir tersebut tidak hanya menjadi warisan budaya yang harus dilestarikan, tetapi juga berpotensi menjadi pengungkit sektor pariwisata daerah.
Baca Juga: Doa Bersama Malam Jumat Legi di Tulungagung, Plt Bupati: Jadi Penguat Sinergi dan Harmonisasi
Plt. Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin bersama Ketua Tim Penggerak PKK Tulungagung Yuyun Ahmad Baharudin hadir langsung menyaksikan prosesi adat yang dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Pantai Popoh Indah.
Hadir pula Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Tulungagung sekaligus Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Erma Susanti, jajaran Forkopimcam Besuki, kepala OPD terkait, Kepala UPT Pelabuhan Popoh, Kepala Desa Besole, tokoh adat, nelayan, dan masyarakat.
Larung Sembonyo merupakan tradisi yang rutin digelar setiap bulan Suro atau Muharam sebagai ungkapan syukur kepada Allah SWT atas hasil laut yang melimpah sekaligus doa agar para nelayan senantiasa diberikan keselamatan saat melaut.
Rangkaian acara diawali kirab sesaji dari Pendopo Agung Pantai Popoh menuju TPI. Prosesi kemudian dilanjutkan dengan ujub, doa bersama, kenduri, hingga pelarungan sesaji ke tengah laut menggunakan perahu yang diikuti tetua adat dan para nelayan.
Ribuan warga memadati kawasan Pantai Popoh untuk menyaksikan jalannya ritual yang telah diwariskan secara turun-temurun tersebut.
Dalam sambutannya, Ahmad Baharudin mengapresiasi seluruh panitia dan masyarakat yang terus menjaga eksistensi tradisi Larung Sembonyo sehingga penyelenggaraannya berjalan aman, tertib, dan lancar.
Menurutnya, tradisi tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar seremoni adat. Larung Sembonyo menjadi simbol rasa syukur masyarakat pesisir atas rezeki yang diberikan Tuhan sekaligus menjadi media mempererat kebersamaan antarwarga.
Baca Juga: Plt Bupati Hadiri Upacara Hari Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Jaga Kondusivitas Tulungagung
"Tradisi ini harus terus dijaga dan dikembangkan. Selain melestarikan budaya leluhur, kegiatan ini juga memiliki potensi besar sebagai daya tarik wisata daerah. Dengan persiapan yang semakin baik setiap tahunnya, diharapkan semakin banyak wisatawan yang datang sehingga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat, khususnya di Desa Besole dan kawasan Pantai Popoh," ujar Ahmad Baharudin.
Ia berharap penyelenggaraan Larung Sembonyo terus berkembang menjadi agenda wisata budaya unggulan Kabupaten Tulungagung. Selain mempertahankan nilai-nilai spiritual, tradisi tersebut juga diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat melalui meningkatnya kunjungan wisatawan.
Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Tinjau Perbaikan Jalan Betak–Joho, Tekankan Keselamatan Pengguna Jalan
Pemerintah Kabupaten Tulungagung berkomitmen mendukung pelestarian tradisi budaya lokal sebagai bagian dari identitas daerah sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata berbasis budaya. Dengan demikian, tradisi Larung Sembonyo diharapkan tidak hanya tetap lestari, tetapi juga semakin dikenal luas hingga menjadi salah satu ikon wisata budaya Tulungagung.
Editor : Sandy Sri Yuwana