TULUNGAGUNG - Pantai tematik di Pantai Popoh menjadi konsep yang tengah dimatangkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung.
Namun, keterbatasan kemampuan APBD membuat pemerintah daerah harus mengetuk pintu Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar rencana tersebut dapat direalisasikan melalui dukungan program dari pemerintah pusat.
Pengajuan program ke KKP dilakukan dengan menyiapkan konsep wisata edukasi tematik berbasis Kampung Nelayan.
Program tersebut diharapkan menjadi stimulus bagi Pemkab Tulungagung untuk mempercepat revitalisasi Pantai Popoh yang selama bertahun-tahun belum mendapatkan pembenahan secara menyeluruh.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung Muhammad Ardian Candra mengatakan, konsep tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan sebagai bagian dari pengajuan program ke KKP.
"Kami sedang mematangkan konsep wisata edukasi tematik berbasis Kampung Nelayan di Pantai Popoh yang bersinergi dengan program KKP. Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi Pemkab Tulungagung untuk merevitalisasi Pantai Popoh yang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan, salah satunya pendopo utama yang sering bocor saat musim hujan," ujarnya.
Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Larung Sembonyo Popoh Jadi Magnet Wisata Budaya di Tulungagung
Revitalisasi Tak Hanya Andalkan APBD
Selama ini Pantai Popoh masih menjadi salah satu destinasi wisata andalan Tulungagung.
Namun, APBD dinilai belum mampu mengangkat kembali daya saing pantai legendaris tersebut secara keseluruhan.
Karena itu, pemerintah daerah berharap adanya dukungan pemerintah pusat melalui KKP dapat mempercepat upaya revitalisasi.
Pembenahan tidak hanya diarahkan pada perbaikan fasilitas yang mulai mengalami kerusakan, tetapi juga menghadirkan konsep wisata baru yang lebih kompetitif.
Menurut Candra, Pantai Popoh tidak lagi cukup hanya mengandalkan panorama pantai sebagai daya tarik utama.
Ke depan, kawasan wisata tersebut akan dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi yang terintegrasi dengan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Wisata Edukasi Berbasis Kampung Nelayan
Konsep yang diajukan kepada KKP mengusung wisata edukasi berbasis Kampung Nelayan.
Nantinya, pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan laut, tetapi juga dapat melihat secara langsung aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Wisatawan juga akan dikenalkan dengan proses pengolahan, pengemasan hingga hilirisasi produk perikanan sebagai bagian dari pengalaman wisata.
"Pengembangan ke depan akan diintegrasikan dengan aktivitas TPI, seperti edukasi pengalengan dan pengemasan produk perikanan," jelas Candra.
Konsep tersebut diharapkan mampu menghadirkan identitas baru bagi Pantai Popoh sehingga memiliki nilai tambah dibandingkan destinasi wisata pantai lainnya.
Baca Juga: Malam 1 Sura di Pantai Popoh Tak Sekadar Tradisi, Jadi Strategi Bangkitkan Pariwisata Tulungagung
Selaras dengan Pengembangan Kawasan Selatan
Pengembangan pantai tematik di Popoh juga dinilai sejalan dengan upaya Pemkab Tulungagung mengoptimalkan potensi kawasan selatan setelah beroperasinya Jalur Lintas Selatan (JLS).
Keberadaan JLS diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan.
Karena itu, dibutuhkan destinasi yang memiliki daya tarik baru agar mampu bersaing dengan kawasan wisata lain.
"Merespons instruksi Pak Plt Bupati mengenai optimalisasi potensi koridor JLS, akses tersebut membuka peluang besar untuk mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang selama ini belum tereksplorasi," katanya.
Disbudpar berharap revitalisasi Pantai Popoh tidak berhenti pada pembenahan fisik semata.
Melalui konsep wisata edukasi berbasis potensi bahari yang diajukan ke KKP, Pantai Popoh diharapkan kembali menjadi magnet wisata sekaligus mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir Tulungagung.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri