Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

BPBD Tulungagung Imbau Warga Hemat Air selama Musim Kemarau, Segera Lapor Desa Jika Mulai Kesulitan Air Bersih

Rahiiq Al Bachri • Senin, 6 Juli 2026 | 10:29 WIB
Rerumputan di pegunungan selatan Tulungagung mengering saat kemarau tiba.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Rerumputan di pegunungan selatan Tulungagung mengering saat kemarau tiba.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

TULUNGAGUNG – BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan.

Warga juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.

Imbauan BPBD Tulungagung menghemat penggunaan air disampaikan meski hingga saat ini belum ada permohonan bantuan distribusi air bersih dari wilayah terdampak.

Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan air masyarakat di daerah yang selama ini rawan kekeringan masih dapat dipenuhi dari sumber air yang tersedia.

Karena itu, BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.

Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila debit sumber air mulai menurun dan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung Sudarmaji mengatakan, hingga Minggu (5/7) belum ada laporan dari pemerintah desa maupun kecamatan terkait krisis air bersih.

"Sampai hari ini (kemarin) belum ada laporan dari desa maupun kecamatan terkait permintaan bantuan air bersih," ujarnya.

Baca Juga: Plastik Kinclong Tutupi Sawah, Cara Petani Pakel Tulungagung Menjaga Semangka Tetap Tumbuh saat Kemarau

Warga Diminta Segera Melapor ke Pemerintah Desa

Meski situasi masih terkendali, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga kondisi semakin parah sebelum melaporkan kesulitan memperoleh air bersih.

Apabila debit sumber air mulai menurun atau kebutuhan air bersih tidak lagi dapat dipenuhi, masyarakat diminta segera menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa. Selanjutnya, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih.

Menurut Sudarmaji, mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan benar-benar disalurkan sesuai kondisi riil di lapangan.

"Kalau memang ada kebutuhan distribusi air bersih, yang mengajukan permintaan harus dari pemerintah desa," jelasnya.

Ia menuturkan, pemerintah desa merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya.

Karena itu, desa diharapkan segera berkoordinasi dengan BPBD apabila mulai terjadi krisis air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan tanpa harus menunggu situasi memburuk.

Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Picu Kekeringan di Tulungagung, Ini Daftar 9 Kecamatan yang Berpotensi Terdampak

BPBD Siapkan Logistik dan Pantau Wilayah Rawan

Selain mengimbau masyarakat berhemat air, BPBD juga terus meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah yang hampir setiap tahun mengalami penurunan debit sumber air saat musim kemarau.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar distribusi bantuan dapat segera dilakukan apabila mulai muncul kesulitan memperoleh air bersih.

Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau, BPBD telah menyiapkan dukungan logistik beserta skema distribusi air bersih yang sewaktu-waktu dapat dijalankan.

"BPBD tetap siap memberikan bantuan apabila ada usulan dari desa yang terdampak kekeringan," katanya.

Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering di Tulungagung, Warga Diminta Siaga Hadapi Krisis Air

Koordinasi Diperkuat Hadapi Musim Kemarau

Untuk mempercepat respons apabila terjadi kekeringan, BPBD juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.

Sosialisasi mengenai prosedur penanganan kekeringan, termasuk mekanisme pengajuan bantuan air bersih, telah dilakukan agar seluruh pihak memahami langkah yang harus ditempuh ketika kondisi darurat terjadi.

"Sosialisasi dan koordinasi terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sudah kami lakukan," pungkas Sudarmaji.

BPBD berharap masyarakat turut berperan dalam upaya mitigasi dengan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.

Apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, warga diminta segera melapor kepada pemerintah desa agar permohonan bantuan dapat diteruskan ke BPBD dan proses distribusi air bersih bisa dilakukan lebih cepat.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Bantuan Air Bersih #musim kemarau tulungagung #hemat penggunaan air #bpbd tulungagung #kekeringan tulungagung