TULUNGAGUNG – BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air selama musim kemarau untuk mengantisipasi potensi kekeringan yang dapat terjadi dalam beberapa pekan ke depan.
Warga juga diminta segera melapor kepada pemerintah desa apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Imbauan BPBD Tulungagung menghemat penggunaan air disampaikan meski hingga saat ini belum ada permohonan bantuan distribusi air bersih dari wilayah terdampak.
Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan air masyarakat di daerah yang selama ini rawan kekeringan masih dapat dipenuhi dari sumber air yang tersedia.
Karena itu, BPBD Tulungagung mengimbau masyarakat menghemat penggunaan air sekaligus meningkatkan kewaspadaan selama musim kemarau.
Langkah tersebut diharapkan mampu mempercepat penanganan apabila debit sumber air mulai menurun dan warga mengalami kesulitan mendapatkan air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tulungagung Sudarmaji mengatakan, hingga Minggu (5/7) belum ada laporan dari pemerintah desa maupun kecamatan terkait krisis air bersih.
"Sampai hari ini (kemarin) belum ada laporan dari desa maupun kecamatan terkait permintaan bantuan air bersih," ujarnya.
Warga Diminta Segera Melapor ke Pemerintah Desa
Meski situasi masih terkendali, BPBD tetap mengingatkan masyarakat agar tidak menunggu hingga kondisi semakin parah sebelum melaporkan kesulitan memperoleh air bersih.
Apabila debit sumber air mulai menurun atau kebutuhan air bersih tidak lagi dapat dipenuhi, masyarakat diminta segera menyampaikan kondisi tersebut kepada pemerintah desa. Selanjutnya, pemerintah desa akan berkoordinasi dengan BPBD untuk mengajukan permohonan bantuan distribusi air bersih.
Menurut Sudarmaji, mekanisme tersebut diterapkan agar bantuan benar-benar disalurkan sesuai kondisi riil di lapangan.
"Kalau memang ada kebutuhan distribusi air bersih, yang mengajukan permintaan harus dari pemerintah desa," jelasnya.
Ia menuturkan, pemerintah desa merupakan pihak yang paling mengetahui kondisi masyarakat di wilayahnya.
Karena itu, desa diharapkan segera berkoordinasi dengan BPBD apabila mulai terjadi krisis air bersih sehingga penanganan dapat dilakukan tanpa harus menunggu situasi memburuk.
BPBD Siapkan Logistik dan Pantau Wilayah Rawan
Selain mengimbau masyarakat berhemat air, BPBD juga terus meningkatkan pemantauan di sejumlah wilayah yang hampir setiap tahun mengalami penurunan debit sumber air saat musim kemarau.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi agar distribusi bantuan dapat segera dilakukan apabila mulai muncul kesulitan memperoleh air bersih.
Sebagai bagian dari kesiapsiagaan menghadapi puncak musim kemarau, BPBD telah menyiapkan dukungan logistik beserta skema distribusi air bersih yang sewaktu-waktu dapat dijalankan.
"BPBD tetap siap memberikan bantuan apabila ada usulan dari desa yang terdampak kekeringan," katanya.
Baca Juga: Kemarau 2026 Diprediksi Lebih Kering di Tulungagung, Warga Diminta Siaga Hadapi Krisis Air
Koordinasi Diperkuat Hadapi Musim Kemarau
Untuk mempercepat respons apabila terjadi kekeringan, BPBD juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa dan kecamatan.
Sosialisasi mengenai prosedur penanganan kekeringan, termasuk mekanisme pengajuan bantuan air bersih, telah dilakukan agar seluruh pihak memahami langkah yang harus ditempuh ketika kondisi darurat terjadi.
"Sosialisasi dan koordinasi terkait kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau sudah kami lakukan," pungkas Sudarmaji.
BPBD berharap masyarakat turut berperan dalam upaya mitigasi dengan menggunakan air secara bijak selama musim kemarau.
Apabila mulai mengalami kesulitan memperoleh air bersih, warga diminta segera melapor kepada pemerintah desa agar permohonan bantuan dapat diteruskan ke BPBD dan proses distribusi air bersih bisa dilakukan lebih cepat.(bac)
Editor : Vidya Sajar Fitri