Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Pengembangan Pantai Popoh Tulungagung Jadi Wisata Edukasi Terintegrasi TPI Didorong, Tawarkan Proses Pengolahan hingga Hilirisasi Ikan

Rahiiq Al Bachri • Senin, 6 Juli 2026 | 12:08 WIB
Kondisi Pendapa Agung Pantai Popoh yang sepi saat hari aktif. Pemkab ancang-ancang membuat wisata tematik di kawasan ini.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Kondisi Pendapa Agung Pantai Popoh yang sepi saat hari aktif. Pemkab ancang-ancang membuat wisata tematik di kawasan ini.(DR PERDANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 

TULUNGAGUNG - Pengembangan Pantai Popoh sebagai destinasi wisata edukasi yang terintegrasi dengan aktivitas Tempat Pelelangan Ikan (TPI) menjadi arah baru revitalisasi kawasan pesisir selatan Tulungagung.

Konsep ini tidak hanya menonjolkan panorama pantai, tetapi juga menghadirkan pengalaman edukatif mulai dari proses pengolahan, pengemasan, hingga hilirisasi produk perikanan.

Pengembangan Pantai Popoh tersebut saat ini masih dalam tahap pematangan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung.

Rencana ini juga disiapkan sebagai bagian dari pengajuan program ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar dapat memperoleh dukungan dari pemerintah pusat.

Di sisi lain, penguatan konsep ini diharapkan menjadi pemicu percepatan revitalisasi kawasan yang selama ini dinilai belum tersentuh pembenahan besar.

Kondisi Pantai Popoh yang merupakan salah satu ikon wisata Tulungagung dinilai membutuhkan sentuhan pengembangan yang lebih komprehensif.

Baca Juga: Pantai Tematik Popoh Tulungagung Masih Menunggu Dukungan KKP, Pemkab Siapkan Konsep Wisata Edukasi Kampung Nelayan

Integrasi wisata edukasi Pantai Popoh dengan aktivitas TPI

Kepala Disbudpar Tulungagung Muhammad Ardian Candra menjelaskan, konsep yang disiapkan adalah wisata edukasi tematik berbasis Kampung Nelayan di Pantai Popoh yang terintegrasi dengan aktivitas TPI.

Program ini dirancang agar pengunjung tidak hanya menikmati pemandangan laut, tetapi juga memahami proses ekonomi perikanan.

Menurutnya, integrasi ini mencakup aktivitas di TPI seperti pengolahan hasil laut, pengemasan produk perikanan, hingga hilirisasi produk yang bernilai tambah.

Konsep tersebut diharapkan menjadi pengalaman wisata baru yang edukatif sekaligus produktif bagi sektor pesisir.

“Pengembangan ke depan akan diintegrasikan dengan aktivitas TPI, seperti edukasi pengalengan dan pengemasan produk perikanan,” ujar Candra dalam keterangannya.

Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Larung Sembonyo Popoh Jadi Magnet Wisata Budaya di Tulungagung

Pengajuan ke KKP dan kebutuhan revitalisasi Pantai Popoh

Candra menyebut, konsep wisata edukasi Pantai Popoh berbasis Kampung Nelayan ini sedang dimatangkan sebagai bahan pengajuan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).

Harapannya, dukungan pemerintah pusat dapat mempercepat revitalisasi kawasan yang selama ini masih terbatas pembenahan fisik.

Ia menilai, APBD Tulungagung belum mampu sepenuhnya mengangkat pamor Pantai Popoh sebagai destinasi unggulan.

Karena itu, keterlibatan pemerintah pusat dinilai penting untuk memperkuat konsep pengembangan yang lebih besar.

Program ini juga diharapkan dapat menjadi stimulus bagi Pemkab Tulungagung dalam menghidupkan kembali kawasan wisata tersebut yang disebut masih memiliki sejumlah keterbatasan infrastruktur.

Baca Juga: Pantai Popoh Tulungagung Siap Bangkit, Pemkab Kembangkan Wisata Tematik Berbasis Budaya dan Edukasi Keluarga

Arah baru Pantai Popoh sebagai wisata edukasi berbasis ekonomi pesisir

Lebih jauh, Disbudpar Tulungagung menilai bahwa wajah Pantai Popoh tidak lagi cukup hanya mengandalkan keindahan alam.

Kawasan tersebut perlu dikembangkan menjadi destinasi wisata edukasi yang terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.

Dengan konsep tersebut, wisatawan akan mendapatkan pengalaman menyeluruh, mulai dari melihat aktivitas nelayan di TPI hingga memahami proses pengolahan hasil laut menjadi produk bernilai ekonomi.

Hal ini diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar.

Candra menambahkan, pengembangan ini juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah dalam mengoptimalkan potensi kawasan selatan pasca beroperasinya Jalur Lintas Selatan (JLS).

Akses yang lebih terbuka dinilai menjadi peluang besar untuk menghadirkan destinasi baru yang lebih kompetitif.

“Merespons instruksi Pak Plt Bupati mengenai optimalisasi potensi koridor JLS, akses tersebut membuka peluang besar untuk mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang selama ini belum tereksplorasi,” katanya.

Disbudpar berharap revitalisasi Pantai Popoh tidak hanya sebatas perbaikan fisik, tetapi juga mampu membentuk identitas baru sebagai wisata edukasi berbasis potensi bahari.

Dengan begitu, Pantai Popoh diharapkan kembali menjadi magnet wisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat pesisir Tulungagung.(*)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#Pantai Popoh Tulungagung #wisata edukasi tpi #pengembangan wisata pesisir #hilirisasi produk perikanan #disbudpar tulungagung