TULUNGAGUNG - Optimalisasi potensi Pantai Popoh dalam mendukung koridor Jalur Lintas Selatan (JLS) menjadi arah baru pengembangan destinasi wisata di Tulungagung.
Kawasan pantai legendaris tersebut dinilai memiliki peluang besar untuk kembali bersaing melalui konsep wisata tematik yang terintegrasi dengan penguatan akses JLS dan revitalisasi kawasan.
Upaya optimalisasi Pantai Popoh tersebut kini masih dalam tahap pematangan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Tulungagung.
Pemerintah daerah juga membuka peluang untuk menggandeng pemerintah pusat guna mempercepat pengembangan destinasi wisata yang selama ini belum tersentuh pembenahan skala besar.
Penguatan kawasan ini dinilai menjadi kunci dalam mengembalikan daya saing Pantai Popoh sebagai salah satu ikon wisata pesisir selatan Tulungagung yang memiliki nilai historis dan potensi besar.
Optimalisasi Pantai Popoh di koridor JLS sebagai pengungkit wisata baru
Kepala Disbudpar Tulungagung Muhammad Ardian Candra menegaskan bahwa keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) menjadi momentum penting untuk mengembangkan kembali Pantai Popoh.
Akses baru tersebut membuka peluang besar untuk menghadirkan destinasi wisata yang lebih kompetitif dan menarik wisatawan.
Menurutnya, pengembangan kawasan selatan setelah beroperasinya JLS harus diikuti dengan penataan destinasi yang memiliki nilai tambah.
Pantai Popoh dinilai sebagai salah satu titik strategis yang bisa dikembangkan menjadi destinasi unggulan baru di jalur tersebut.
“Merespons instruksi Pak Plt Bupati mengenai optimalisasi potensi koridor JLS, akses tersebut membuka peluang besar untuk mengembangkan destinasi-destinasi wisata yang selama ini belum tereksplorasi,” ujarnya.
Konsep wisata tematik Pantai Popoh masih dimatangkan
Candra menjelaskan, konsep pengembangan Pantai Popoh saat ini masih dimatangkan sebagai bagian dari pengajuan program ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP).
Konsep tersebut berbasis wisata edukasi tematik Kampung Nelayan yang terintegrasi dengan aktivitas masyarakat pesisir.
Pemerintah daerah berharap dukungan dari pemerintah pusat dapat menjadi stimulus percepatan revitalisasi kawasan yang selama bertahun-tahun belum tersentuh pembenahan besar.
Kondisi beberapa fasilitas, termasuk pendopo utama yang kerap bocor saat musim hujan, menjadi salah satu catatan dalam rencana pengembangan.
“Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi Pemkab Tulungagung untuk merevitalisasi Pantai Popoh yang kondisinya saat ini cukup memprihatinkan,” kata Candra.
Baca Juga: Plt Bupati Ahmad Baharudin Dorong Larung Sembonyo Popoh Jadi Magnet Wisata Budaya di Tulungagung
Integrasi wisata edukasi dan ekonomi pesisir Pantai Popoh
Lebih jauh, Disbudpar Tulungagung menilai bahwa pengembangan Pantai Popoh tidak cukup hanya mengandalkan panorama alam.
Ke depan, kawasan tersebut akan diarahkan menjadi wisata edukasi yang terhubung langsung dengan aktivitas ekonomi masyarakat pesisir.
Pengunjung nantinya tidak hanya menikmati keindahan pantai, tetapi juga dapat menyaksikan aktivitas di Tempat Pelelangan Ikan (TPI).
Aktivitas tersebut meliputi proses pengolahan, pengemasan, hingga hilirisasi produk perikanan sebagai bagian dari pengalaman wisata edukatif.
“Pengembangan ke depan akan diintegrasikan dengan aktivitas TPI, seperti edukasi pengalengan dan pengemasan produk perikanan,” jelasnya.
Disbudpar berharap, pengembangan ini dapat memperkuat identitas baru Pantai Popoh sebagai destinasi wisata berbasis potensi bahari yang lebih modern dan kompetitif.
Selain meningkatkan daya tarik wisata, konsep tersebut juga diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat pesisir Tulungagung.
Dengan sinergi antara penguatan koridor JLS, dukungan pemerintah pusat, dan konsep wisata tematik, Pantai Popoh diharapkan kembali menjadi magnet wisata unggulan di wilayah selatan Tulungagung.(*)
Editor : Vidya Sajar Fitri