TULUNGAGUNG - Pemdes Ngrendeng, Kecamatan Gondang, Tulungagung, terus berupaya menjaga warisan budaya leluhur. Mereka menggelar melalui tradisi Miwiti Panen lan Methik Kaki Sedono Nini Sedono yang digelar di kawasan Wisata Taman Widawati, Senin (6/7).
Suasana Taman Widawati tampak lebih ramai dibanding biasanya. Ternyata Pemdes Ngrendeng menggelar tradisi Miwiti Panen lan Methik Kaki Sedono Nini Sedono.
Tradisi tahunan tersebut menjadi ungkapan rasa syukur atas hasil panen sekaligus sarana memperkuat kebersamaan masyarakat dan mendukung pengembangan desa berbasis pertanian serta wisata budaya.
Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab Methik Kaki Sedono lan Nini Sedono yang diikuti pemerintah desa, kelompok tani, pelaku budaya, serta berbagai unsur pemerintah.
Baca Juga: Tradisi Sakral Tombak Korowelang Dijamasi, Pemdes Ringinpitu Tulungagung Bersihkan Hati dan Pikiran
Hadir dalam kegiatan tersebut, anggota DPRD Provinsi Jawa Timur Guntur Wahono, Dinas Pertanian Tulungagung, Perum Jasa Tirta I, Forkopimcam Gondang, BPP Gondang, UPT Pengairan Gondang, Lembaga Adat Mustika Aji, hingga kelompok tani.
Kepala Desa Ngrendeng, Nurjiman mengatakan, tradisi tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan warisan leluhur yang mengandung nilai budaya, pendidikan, moral, dan filosofi kehidupan.
"Tradisi ini menjadi pengingat agar masyarakat selalu bersyukur atas hasil pertanian, menjaga kerukunan, serta menghormati warisan leluhur. Nilai-nilai inilah yang menjadi kekuatan Desa Ngrendeng hingga sekarang," ujarnya.
Dia menjelaskan, istilah Miwiti Panen lan Methik Kaki Sedono Nini Sedono melambangkan dimulainya musim panen sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa sekaligus doa agar hasil pertanian tetap melimpah, terhindar dari hama, dan membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
"Kegiatan ini tidak lepas dari sinergi pemerintah desa, Lembaga Adat Mustika Aji, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta seluruh warga yang terus bergotong royong melestarikan budaya agraris," tuturnya.
Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Timur, Guntur Wahono, mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Ngrendeng dalam mempertahankan tradisi di tengah perkembangan zaman.
"Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan. Selain menjadi bentuk rasa syukur kepada Tuhan, juga memperkuat karakter masyarakat sekaligus menjaga identitas budaya daerah," katanya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap sektor pertanian, Guntur menyatakan akan memperjuangkan pembangunan jalan usaha tani melalui APBD Provinsi Jawa Timur serta pengadaan drone pertanian untuk membantu pengendalian hama dan meningkatkan produktivitas petani.
Camat Gondang, Endra Kusriawan, menilai pelestarian budaya yang dipadukan dengan pengembangan Wisata Taman Widawati menjadi langkah strategis dalam membangun desa berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kegiatan budaya mampu meningkatkan kunjungan masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian warga.
"Budaya harus tetap hidup, pertanian harus terus berkembang, dan generasi muda harus menjadi pelaku utama pembangunan desa ke depan," ujarnya. (*/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri