TULUNGAGUNG, RADARTULUNGAGUNG.JAWAPOS.COM – Agenda masyarakat Tulungagung diwarnai dengan aksi damai yang digelar Forum Peduli Makan Bergizi Gratis (MBG) di pusat kota. Berbeda dengan aksi unjuk rasa pada umumnya yang identik dengan penyampaian penolakan terhadap kebijakan pemerintah, kali ini peserta justru turun ke jalan untuk menyatakan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program nasional.
Dalam kegiatan tersebut, puluhan peserta membawa spanduk dan kendaraan yang dihiasi berbagai tulisan dukungan. Salah satu banner yang menarik perhatian bertuliskan, "Aksi Dukung Program Nasional Makan Bergizi Gratis, Investasi Gizi Hari Ini, Keberhasilan Bangsa Esok."
Aksi tersebut menjadi bagian dari agenda masyarakat Tulungagung yang bertujuan menyampaikan aspirasi secara damai sekaligus mengajak masyarakat ikut mengawal keberlanjutan program MBG yang dinilai memiliki manfaat bagi berbagai sektor.
Baca Juga: Bansos 2026 Resmi Diperketat, Ini Kriteria Penerima PKH, BPNT, PIP dan Nominal Terbarunya
Diawali Menyanyikan Lagu Indonesia Raya
Sebelum orasi dimulai, seluruh peserta aksi terlebih dahulu menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya sambil mengibarkan bendera Merah Putih. Suasana berlangsung tertib dengan peserta mengikuti rangkaian acara yang dipandu oleh koordinator lapangan.
Dalam orasinya, sejumlah perwakilan Forum Peduli MBG menyampaikan bahwa program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia melalui pemenuhan gizi anak sejak usia dini.
Mereka menilai program tersebut tidak hanya menyasar aspek kesehatan, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang bagi pembangunan bangsa.
Dinilai Berdampak bagi Petani dan Peternak
Selain meningkatkan kualitas gizi masyarakat, peserta aksi juga menilai program MBG memberikan dampak ekonomi bagi para pelaku usaha di sektor pertanian dan peternakan.
Dalam orasi disebutkan bahwa kebutuhan bahan pangan untuk mendukung pelaksanaan program berpotensi meningkatkan penyerapan hasil produksi petani maupun peternak lokal.
Salah seorang orator mencontohkan harga telur yang sebelumnya sempat mengalami tekanan kini mulai membaik seiring meningkatnya kebutuhan pangan.
Menurutnya, apabila program tersebut berjalan secara berkelanjutan, maka manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak pelaku usaha di sektor pangan.
Baca Juga: Status Usulan Bansos Kemensos Tahap 3 Mulai Final, Ini Kriteria Penerima yang Berpeluang Lolos
Minta Program Terus Dilanjutkan
Selama aksi berlangsung, peserta beberapa kali menyampaikan seruan agar Program Makan Bergizi Gratis tetap diteruskan. Seruan tersebut disambut kompak oleh peserta dengan meneriakkan kata "setuju" sebagai bentuk dukungan.
Forum Peduli MBG menilai program tersebut merupakan salah satu langkah yang dapat membantu menciptakan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas.
Mereka juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawal pelaksanaan program agar benar-benar berjalan sesuai tujuan dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.
Aspirasi Disampaikan Secara Damai
Pelaksanaan aksi berlangsung dengan suasana tertib tanpa adanya gangguan terhadap aktivitas masyarakat secara signifikan. Kendati sempat menyebabkan arus lalu lintas melambat di beberapa titik, peserta tetap mengikuti arahan petugas selama kegiatan berlangsung.
Di sela-sela kegiatan, pembuat konten yang merekam aksi tersebut juga mengajak masyarakat memberikan pendapat mengenai pelaksanaan aksi damai tersebut. Beberapa warga memilih memberikan tanggapan secara singkat, sementara sebagian lainnya hanya menyaksikan jalannya kegiatan.
Bentuk Partisipasi Masyarakat
Aksi damai yang digelar Forum Peduli MBG menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan aspirasi terhadap kebijakan publik. Berbeda dengan demonstrasi yang umumnya berisi penolakan, kegiatan kali ini justru menjadi wadah untuk menyampaikan dukungan terhadap program pemerintah.
Melalui agenda masyarakat Tulungagung tersebut, peserta berharap Program Makan Bergizi Gratis dapat terus berjalan dan memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas gizi anak, kesejahteraan petani dan peternak, serta mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.
Editor : Gita Dwi Nuraini