RADAR TULUNGAGUNG – Tradisi bersih desa di Desa Ngranti, Kecamatan Boyolangu, kembali digelar meriah. Puncak kegiatan diwarnai pagelaran wayang kulit semalam suntuk yang dihadiri Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin, Selasa malam (7/7).
Ribuan warga memadati Balai Desa Ngranti sejak sore untuk menyaksikan pertunjukan budaya tersebut. Tahun ini, masyarakat disuguhi penampilan dua dalang asal Tulungagung, Ki Eko Kondo Prisdianto dan Ki Jabang Rahmadhan, yang tampil dalam satu panggung membawakan lakon "Wahyu Katentreman".
Ahmad Baharudin mengapresiasi Pemerintah Desa Ngranti beserta masyarakat yang tetap konsisten menjaga tradisi bersih desa sebagai warisan budaya leluhur. Menurutnya, tradisi semacam ini bukan sekadar hiburan rakyat, tetapi juga menjadi media mempererat kebersamaan sekaligus melestarikan budaya Jawa di tengah perkembangan zaman.
"Tradisi bersih desa harus terus dijaga karena menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat. Selain sebagai bentuk rasa syukur, kegiatan ini juga memperkuat persatuan dan gotong royong warga," ujarnya.
Suasana semakin semarak dengan penampilan bintang tamu Andik TB bersama grupnya yang menyuguhkan humor khas Jawa Timur di sela-sela pagelaran. Lawakan para pelawak serta tembang-tembang Jawa yang dibawakan para sinden berhasil menghibur masyarakat yang bertahan hingga dini hari.
Pagelaran wayang kulit berlangsung penuh khidmat sekaligus meriah. Warga dari berbagai usia tampak antusias mengikuti jalannya pertunjukan hingga selesai.
Turut mendampingi Plt Bupati dalam kegiatan tersebut jajaran Forkopimcam Boyolangu, Kepala Desa Ngranti, tokoh masyarakat, serta sejumlah tamu undangan. Kehadiran jajaran pemerintah daerah dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap pelestarian seni dan budaya lokal.
Melalui penyelenggaraan bersih desa yang dikemas dengan pagelaran wayang kulit, diharapkan nilai-nilai luhur budaya Jawa tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi muda. Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar hingga berakhir pada Rabu dini hari.
Editor : Sandy Sri Yuwana