Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Korsleting Listrik, Rumah Makan Ludes Terbakar 

Rahiiq Al Bachri • Rabu, 8 Juli 2026 | 18:03 WIB
Kebakaran melahap rumah makan di botoran, diduga karena korsleting listrik
Kebakaran melahap rumah makan di botoran, diduga karena korsleting listrik (DPKP TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Keheningan dini hari di Kelurahan Botoran mendadak pecah setelah kobaran api melalap sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai Rumah Makan Padang pada Rabu (8/7) dini hari. Dalam waktu singkat, si jago merah menghanguskan hampir seluruh bangunan. 

Beruntung seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri sehingga tidak ada korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan mencapai Rp 250 juta.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 03.20 WIB di rumah milik M. Rais, Jalan Raya Botoran Timur RT 03/RW 02, Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung. Dugaan sementara, api dipicu korsleting listrik yang berasal dari salah satu kamar di dalam rumah.

Kasi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 03.44 WIB. Lima menit kemudian, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.54 WIB.

"Kami menerima laporan pukul 03.44 WIB, kemudian petugas berangkat pukul 03.49 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.54 WIB," ujarnya.

Menurut dia, saat petugas tiba, kobaran api telah menguasai sebagian besar bangunan. Banyaknya material mudah terbakar membuat api dengan cepat membesar sehingga kebakaran dikategorikan sebagai kebakaran berskala besar.

"Ketika petugas datang, api sudah membakar hampir seluruh bangunan sehingga penanganan harus dilakukan secara maksimal agar tidak merembet ke bangunan lain," jelas Bambang.

Berdasarkan hasil pendataan awal, titik awal kebakaran diduga berasal dari kamar anak yang berada di sisi utara rumah. Saat diketahui pemilik, kobaran api sudah terlalu besar untuk dipadamkan secara mandiri.

"Api diduga berasal dari kamar anak di sebelah utara rumah. Saat diketahui orang tua korban, api sudah membesar dan membakar hampir seluruh bangunan," katanya.

Karena bangunan juga digunakan sebagai rumah makan padang, besarnya kobaran api membuat petugas harus bekerja ekstra.

 DPKP Tulungagung mengerahkan 2 unit mobil pemadam, 2 mobil suplai air, serta melibatkan personel Baruna 1, Baruna 3, tim penyelamatan, analis kebakaran, hingga Relawan Kebakaran (Redkar).

Setelah berjibaku lebih dari 1 jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.55 WIB. Petugas kemudian melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

Meski penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan, dugaan sementara mengarah pada korsleting listrik. Tim analis kebakaran masih melakukan pemeriksaan untuk memastikan sumber api.

"Dugaan awal akibat korsleting listrik. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya," terang Bambang.

Akibat kebakaran tersebut, bangunan rumah beserta rumah makan mengalami kerusakan berat. Berdasarkan keterangan pemilik, total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta.

Bambang mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa instalasi listrik, terutama pada bangunan yang telah lama digunakan maupun memiliki banyak peralatan elektronik.

"Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan sesuai standar. Jangan menggunakan instalasi yang rusak karena berpotensi memicu korsleting hingga menyebabkan kebakaran," pungkasnya. ****

Editor : Rahiiq Al Bachri
#botoran #kebakaran #korsleting listrik #radarjawapostulungagung #kebakaran tulungagung