RADAR TULUNGAGUNG – Kobaran api yang melahap rumah sekaligus Rumah Makan Padang di Kelurahan Botoran membuat petugas pemadam kebakaran harus bekerja ekstra.
Api yang muncul saat sebagian warga masih terlelap itu dengan cepat membesar hingga menguasai hampir seluruh bangunan. Beruntung, upaya pemadaman berhasil dilakukan sehingga api tidak merembet ke bangunan sekitar.
Kebakaran terjadi di rumah milik M. Rais, Jalan Raya Botoran Timur RT 03/RW 02, Kelurahan Botoran, Kecamatan Tulungagung, Rabu (8/7) dini hari sekitar pukul 03.20 WIB. Saat kejadian, bangunan tersebut tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai rumah makan padang.
Kasi Operasional dan Pemadaman Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Tulungagung, Bambang Pidekso mengatakan, laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 03.44 WIB. Setelah menerima laporan, tim langsung bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 03.54 WIB.
"Kami menerima laporan pukul 03.44 WIB, kemudian petugas berangkat pukul 03.49 WIB dan tiba di lokasi sekitar pukul 03.54 WIB," ujarnya.
Menurut Bambang, ketika petugas tiba di lokasi, kondisi api sudah membesar dan membakar sebagian besar bangunan. Banyaknya material yang mudah terbakar membuat kobaran api cepat meluas sehingga proses pemadaman harus dilakukan secara maksimal.
"Ketika petugas datang, api sudah membakar hampir seluruh bangunan sehingga penanganan harus dilakukan secara maksimal agar tidak merembet ke bangunan lain," jelasnya.
Dalam proses pemadaman, DPKP Tulungagung mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran dan dua mobil suplai air. Selain itu, sejumlah personel juga dilibatkan, mulai dari tim Baruna 1, Baruna 3, tim penyelamatan, analis kebakaran, hingga Relawan Kebakaran (Redkar).
Berdasarkan pendataan awal, titik api diduga berasal dari kamar anak yang berada di sisi utara rumah. Saat diketahui pemilik, api sudah membesar sehingga tidak memungkinkan dilakukan pemadaman secara mandiri.
"Api diduga berasal dari kamar anak di sebelah utara rumah. Saat diketahui orang tua korban, api sudah membesar dan membakar hampir seluruh bangunan," katanya.
Petugas kemudian melakukan proses pemadaman hingga api berhasil dikendalikan sekitar pukul 04.55 WIB. Setelah itu, dilakukan pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang masih tersisa dan berpotensi memicu kebakaran kembali.
Meski penyebab pasti masih dalam pemeriksaan, dugaan sementara kebakaran dipicu korsleting listrik. Tim analis kebakaran DPKP Tulungagung masih melakukan pengecekan untuk memastikan sumber api.
"Dugaan awal akibat korsleting listrik. Kami masih melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan penyebabnya," terang Bambang.
Akibat kejadian tersebut, bangunan rumah sekaligus rumah makan mengalami kerusakan berat. Total kerugian material ditaksir mencapai sekitar Rp 250 juta.
Bambang mengingatkan masyarakat agar lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik di rumah maupun tempat usaha. Terlebih, bangunan yang memiliki banyak peralatan elektronik berpotensi mengalami gangguan apabila instalasi tidak sesuai standar.
"Pastikan instalasi listrik dalam kondisi baik dan sesuai standar. Jangan menggunakan instalasi yang rusak karena berpotensi memicu korsleting hingga menyebabkan kebakaran," pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al Bachri