RADAR TULUNGAGUNG – Minimnya informasi dari saksi menjadi salah satu kendala dalam upaya pencarian seorang pemancing asal Kecamatan Ngantru yang dilaporkan hilang di Sungai Brantas. Hingga hari ketiga pencarian, tim gabungan masih belum menemukan keberadaan korban.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tulungagung, Sudarmaji mengatakan, berdasarkan informasi yang diterima, korban diduga pergi memancing seorang diri sehingga tidak ada saksi yang mengetahui secara pasti kronologi kejadian.
"Berdasarkan laporan tim di lapangan, hingga hari ini korban masih belum ditemukan. Kami juga belum mendapatkan keterangan dari saksi karena korban diduga pergi memancing seorang diri," ungkapnya.
Laporan kehilangan diterima BPBD dari pihak keluarga pada Senin sore. Setelah itu, tim gabungan langsung melakukan pencarian di sekitar lokasi yang diduga menjadi tempat korban memancing.
Pada Selasa, tim menemukan sepeda motor, sandal, serta peralatan memancing yang diduga milik korban di belakang Balai Desa Srikaton, Kecamatan Ngantru. Namun, temuan tersebut belum dapat mengungkap penyebab hilangnya korban.
Menurut Sudarmaji, dugaan korban terpeleset ke Sungai Brantas masih belum bisa dipastikan karena belum ada saksi yang melihat langsung peristiwa tersebut dan lokasi pasti korban memancing juga masih dalam pencarian.
Saat ini BPBD bersama unsur SAR, TNI, Polri, relawan, dan masyarakat masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Brantas. Sesuai prosedur, operasi pencarian akan dilaksanakan selama tujuh hari.
Editor : Rahiiq Al Bachri