Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Desa Samar Pagerwojo Tulungagung Masuk Penilaian Wana Lestari Nasional, Jaga 15 Titik Mata Air dan Kelola Hutan Sosial 603 Hektare

Rinto Wahyu Hidayat • Sabtu, 11 Juli 2026 | 12:59 WIB
Tim juri Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional meninjau langsung berbagai inovasi KTH Sumber Lestari di Desa Samar.(KECAMATAN PAGERWOJO UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Tim juri Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional meninjau langsung berbagai inovasi KTH Sumber Lestari di Desa Samar.(KECAMATAN PAGERWOJO UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)

 

TULUNGAGUNG – Upaya Pemerintah Kecamatan Pagerwojo dalam mengelola hutan secara berkelanjutan mendapat sorotan tim juri Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional.

Pada hari kedua penilaian, Kamis (9/7), tim meninjau langsung berbagai inovasi Kelompok Tani Hutan (KTH) Sumber Lestari di Desa Samar yang berhasil memadukan pelestarian hutan, konservasi sumber air, dan peningkatan ekonomi masyarakat.

Didampingi Camat Pagerwojo Wahyu Yuniarko, tim penilai mengunjungi kawasan hutan sosial seluas 603 hektare, rumah produksi kerajinan bambu, agroforestri, peternakan sapi perah, budi daya madu klanceng, persemaian bibit, pengolahan pupuk kompos, hingga sentra kopi Lereng Wilis.

Baca Juga: Lestarikan Tradisi di Tulungagung, Plt Bupati Ahmad Baharudin Hadiri Pergelaran Wayang Kulit Bersih Desa Ngranti

Seluruh program tersebut menjadi bukti bahwa hutan tidak hanya dijaga, tetapi juga mampu menjadi sumber kesejahteraan warga.

Wahyu menegaskan, keikutsertaan KTH Sumber Lestari di tingkat nasional menunjukkan bahwa pelestarian lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pembangunan ekonomi masyarakat.

"Pagerwojo merupakan kawasan penyangga lingkungan di lereng Gunung Wilis. Potensi kehutanan, pertanian, peternakan, hingga wisata alam terus kami kembangkan tanpa mengabaikan kelestarian hutan," ujarnya.

Tim juri Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional meninjau langsung berbagai inovasi KTH Sumber Lestari di Desa Samar.(KECAMATAN PAGERWOJO UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Tim juri Lomba Wana Lestari Tingkat Nasional meninjau langsung berbagai inovasi KTH Sumber Lestari di Desa Samar.(KECAMATAN PAGERWOJO UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)

Menurut Wahyu, keberhasilan Desa Samar lahir dari kesadaran masyarakat yang menjadikan penghijauan sebagai budaya, mulai dari pekarangan rumah hingga kawasan hutan.

Sejak berdiri pada 2010, KTH Sumber Lestari telah menanam sekitar 8.500 pohon konservasi dan berhasil menjaga 15 titik mata air alami yang menjadi sumber kehidupan masyarakat serta mendukung pasokan air menuju Bendungan Wonorejo. 

"Tantangan terbesar kami adalah menjaga keseimbangan antara kelestarian alam dan kesejahteraan masyarakat. Hutan harus tetap lestari, tetapi warga juga harus memperoleh manfaat ekonomi secara berkelanjutan. Itulah yang terus kami bangun melalui kerajinan bambu, peternakan sapi perah, agroforestri, budi daya madu klanceng, hingga komoditas durian dan manggis," jelasnya.

Baca Juga: BPBD Tulungagung Imbau Warga Hemat Air selama Musim Kemarau, Segera Lapor Desa Jika Mulai Kesulitan Air Bersih

Pemerintah Kecamatan Pagerwojo juga menargetkan keberhasilan Desa Samar menjadi model pengelolaan hutan sosial bagi desa-desa lain di wilayahnya.

Pemerintah akan mendorong perangkat desa dan kelompok tani belajar langsung dari KTH Sumber Lestari agar semangat menjaga alam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat dapat diterapkan di seluruh Pagerwojo.

"Kami ingin semangat Wana Lestari tidak berhenti di Desa Samar. Apa pun hasil penilaian nasional nanti, yang paling penting adalah budaya menjaga hutan terus tumbuh sehingga Pagerwojo tetap hijau, sumber air terjaga, dan masyarakat semakin sejahtera," pungkas Wahyu. (rin/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
#lomba wana lestari #kth sumber lestari #Desa Samar #pagerwojo