RADAR TULUNGAGUNG – Kabar menggembirakan datang dari penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026.
Jumlah jamaah haji asal Tulungagung yang meninggal dunia selama menjalankan ibadah di Tanah Suci turun drastis dibanding tahun sebelumnya.
Kabag Kesra Setda Tulungagung Makrus Manan menyebut, pada musim haji tahun ini hanya tujuh jamaah yang meninggal dunia.
Jumlah tersebut jauh lebih rendah dibanding tahun lalu yang mencapai sekitar 16 orang.
"Angka jamaah yang meninggal sangat turun. Tahun kemarin sekitar 16 orang, sedangkan tahun ini hanya tujuh orang," ujarnya ketika dikonfirmasi Rabu (8/7).
Baca Juga: Sambut Kepulangan Jemaah Haji Tulungagung, Plt Bupati Ajak Jadi Teladan di Tengah Masyarakat
Menurut Makrus, penurunan tersebut tidak lepas dari semakin ketatnya penerapan pemeriksaan kesehatan atau istitha'ah sebelum keberangkatan.
Jamaah yang diberangkatkan dipastikan memenuhi syarat kesehatan sehingga lebih siap menjalani rangkaian ibadah yang membutuhkan kondisi fisik prima.
Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan selama di Arab Saudi juga turut mendukung kondisi kesehatan jamaah.
Mulai layanan konsumsi, akomodasi hotel hingga pelayanan selama menjalankan ibadah disebut mengalami peningkatan signifikan.
"Pelayanannya sekarang jauh lebih baik. Jamaah juga merasakan sendiri peningkatan fasilitas yang diberikan," katanya.
Baca Juga: Enam Jemaah Haji Tulungagung Pulang Lebih Awal, Ini Rincian Kloter dan Proses Pemulangannya
Makrus menambahkan, secara umum pelaksanaan haji tahun ini berlangsung lancar.
Mulai proses pemberangkatan hingga pemulangan jamaah tidak ditemukan kendala berarti.
Bahkan, hampir tidak ada keluhan yang disampaikan jamaah asal Tulungagung terkait pelayanan di Tanah Suci.
Ia menilai keberadaan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi yang kini menangani penyelenggaraan haji secara khusus turut memberikan dampak positif terhadap kualitas layanan yang diterima jamaah.
Meski demikian, saat ini masih terdapat satu jamaah asal Tulungagung yang belum dapat kembali ke Indonesia karena masih menjalani perawatan akibat sakit komplikasi.
Jamaah perempuan berusia di atas 70 tahun itu dilaporkan telah membaik dan dijadwalkan segera dipulangkan.
Proses kepulangannya akan difasilitasi penuh oleh pemerintah.
Mulai diterbangkan dari Arab Saudi menuju Bandara Soekarno-Hatta, dijemput Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur menuju Surabaya, hingga diantar ke Tulungagung menggunakan ambulans.
Karena kondisi kesehatannya belum memungkinkan menempuh perjalanan jauh dengan kendaraan biasa.
"Insyaallah segera dipulangkan. Kondisinya sudah membaik, tetapi tetap akan dibawa menggunakan ambulans agar lebih aman," pungkas Makrus. (sri/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri