Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

Lewat Karya Gema Pusaka Bumi Lawadan, Sanggar Seni Prana Kesuma Aji Lestarikan Budaya Tulungagung

Mega Mustika Sari • Minggu, 12 Juli 2026 | 22:44 WIB
Penampilan reog kendang dan jaranan oleh para penari dari sanggar seni Prana Kesuma Aji berhasil memukau penonton, Sabtu (11/7). (MEGA MUSTIKA/RADAR TULUNGAGUNG)
Penampilan reog kendang dan jaranan oleh para penari dari sanggar seni Prana Kesuma Aji berhasil memukau penonton, Sabtu (11/7). (MEGA MUSTIKA/RADAR TULUNGAGUNG)

RADAR TULUNGAGUNG – Semangat melestarikan budaya lokal ditunjukkan Sanggar Seni Prana Kesuma Aji melalui pagelaran tari bertajuk Gema Pusaka Bumi Lawadan yang digelar di Lapangan Dusun Manggisan, Desa Plosokandang, Sabtu (11/7). Kegiatan tersebut menjadi wadah bagi anak-anak sanggar untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka dalam seni tari tradisional.

Baca Juga: Jaranan Senterewe Resmi Jadi Warisan Budaya Takbenda, Momentum Besar Perkuat Identitas dan Eksistensi Kesenian Khas Tulungagung

Pada kesempatan tersebut, para peserta menampilkan perpaduan dua kesenian khas Kabupaten Tulungagung, yakni Tari Reog Kendang dan Jaranan Senterewe. Berbeda dari biasanya yang ditampilkan secara terpisah, kedua tarian tersebut dikemas dalam satu sajian yang harmonis dan sarat makna.

 

Pemilik Sanggar Seni Prana Kesuma Aji, Andik Gusdianto, mengatakan bahwa pagelaran ini tidak hanya menjadi ruang berekspresi bagi generasi muda, tetapi juga sebagai upaya mengenalkan sekaligus menjaga warisan budaya daerah agar tetap lestari di tengah perkembangan zaman.

Baca Juga: Seni budaya Tulungagung tetap lestari melalui Reog Kendang, Jaranan, karawitan, dan campursari yang menjadi identitas sekaligus daya tarik wisata daerah.

“Gema Pusaka Bumi Lawadan menjadi wadah kreativitas anak-anak sanggar untuk terus mencintai dan melestarikan budaya daerah. Kami ingin mereka bangga dengan seni tradisi yang dimiliki Tulungagung,” ujar pria yang juga seorang guru SD tersebut.

Ia menjelaskan, karya Gema Pusaka Bumi Lawadan merupakan sebuah pertunjukan seni tari yang sarat makna.

Mengangkat filosofi dari dua ikon kesenian Tulungagung, yaitu Reog Kendang dan Jaranan Senterewe, sebagai pusaka budaya Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga: Kehilangan Tangan Kanan Karena Kecelakaan, Tak Membuat Semangat Masruri Surut untuk Membuat Dekorasi Kesenian yang Cukup Terkenal di Tulungagung

Penggabungan kedua tarian tersebut melambangkan persatuan dan kekuatan seni budaya lokal yang diharapkan mampu menjadi tonggak kemajuan kesenian di daerah.

"Pembuatan dan pergelaran karya ini juga didukung oleh Kementerian Kebudayaan melalui Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur," pungkasnya.

 

 

Penampilan para penari yang didominasi anak-anak itu mendapat sambutan antusias dari masyarakat yang memadati lokasi acara.

Baca Juga: Sukses Sabet Runner-up Juara Umum Kejurprov Catur Jatim 2026, Percasi Tulungagung Fokus Tingkatkan Kualitas Atlet

Selain menjadi hiburan, pagelaran ini juga diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal sehingga keberadaan kesenian tradisional tetap terjaga dan terus berkembang di masa mendatang.

Editor : Sandy Sri Yuwana
#prana kesuma aji #tulungagung #sanggar seni #reog kendang tulungagung #jaranan tulungagung