Berita Daerah Ekonomi Entertainment Features Gaya Hidup Headline Hobi Hukum & Kriminal Internasional Jeprat-jepret Kesehatan Kolom Kuliner Kultur Mataraman Raya Nasional Otomotif Pendidikan Politik Ratu Event Seni Budaya Serba-serbi Sportainment Tech Tempo Doeloe Travelling Tulungagungan Viral Wisata

SPMB Belum Merata, SMP Pinggiran Tulungagung Berharap Penataan Pagu Dievaluasi

Rahiiq Al Bachri • Senin, 13 Juli 2026 | 14:54 WIB
Pelaksanaan SPMB 2026 menyisakan tantangan bagi sejumlah SMP negeri di Kecamatan Ngunut, Tulungagung.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)
Pelaksanaan SPMB 2026 menyisakan tantangan bagi sejumlah SMP negeri di Kecamatan Ngunut, Tulungagung.(RAHIIQ AL BACHRI/RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG - Pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 menyisakan catatan bagi sejumlah sekolah negeri di Kecamatan Ngunut, Tulungagung.

SMPN 2 Ngunut dan SMPN 3 Ngunut sama-sama mengalami penurunan jumlah peserta didik baru. Kondisi tersebut mendorong pihak sekolah berharap adanya evaluasi terhadap pemerataan peserta didik, terutama dalam penetapan pagu sekolah.

Kepala SMPN 2 Ngunut, Masroyan mengatakan, sekolah tahun ini hanya menerima 207 siswa baru.

Jumlah tersebut jauh di bawah kapasitas yang tersedia sehingga rombongan belajar (rombel) yang dibuka berkurang dari sembilan menjadi tujuh kelas. 

"Seharusnya kami membuka sembilan rombongan belajar atau sekitar 320 siswa. Namun, tahun ini kami hanya menerima 207 siswa sehingga yang terbentuk hanya tujuh rombongan belajar," ujarnya.

Baca Juga: Cuma Dapat Satu Murid Baru, SDN 2 Sembon Tulungagung Tetap Gelar Belajar Normal

Menurut Masroyan, penurunan jumlah siswa dipengaruhi berkurangnya lulusan SD di wilayah zonasi.

Selain itu, sebagian calon peserta didik memilih mendaftar ke sekolah-sekolah yang menjadi rujukan melalui jalur prestasi maupun jalur lainnya. 

"Populasi siswa kelas enam SD di wilayah zonasi kami memang mengalami penurunan. Di sisi lain, banyak siswa yang memiliki prestasi memilih mendaftar ke sekolah-sekolah rujukan," katanya.

Ia berharap kebijakan pemerataan peserta didik dapat terus diperkuat agar seluruh sekolah memperoleh kesempatan yang sama dalam mendapatkan siswa baru.

"Kami berharap sekolah-sekolah menerima siswa sesuai pagu yang telah ditetapkan sehingga pemerataan peserta didik dapat benar-benar terwujud," tuturnya.

Baca Juga: Plt Bupati Tulungagung Jelaskan Penyebab 40 SMP Negeri Tidak Memenuhi Pagu SPMB

Masroyan menambahkan, hingga saat ini kebutuhan jam mengajar guru masih dapat terpenuhi.

Namun, apabila jumlah rombongan belajar terus berkurang pada tahun-tahun mendatang, kondisi tersebut dikhawatirkan akan berdampak terhadap pemenuhan beban mengajar guru.

Sementara itu,  Mokhamad Rokhim Waka Kurikulum SMPN 3 Ngunut menilai penataan pagu perlu disesuaikan dengan jumlah lulusan SD di setiap wilayah agar distribusi peserta didik lebih proporsional.

"Pagu sebaiknya disusun berdasarkan jumlah lulusan SD di setiap wilayah agar distribusi siswa antarsekolah bisa lebih merata," ujarnya.

Menurutnya, sekolah-sekolah yang berada di wilayah pinggiran menjadi pihak yang paling merasakan dampak ketika jumlah lulusan SD menurun, sementara sekolah-sekolah yang menjadi tujuan utama masyarakat masih memperoleh tambahan peserta didik.

Baca Juga: SPMB Tulungagung 2026 Resmi Dimulai, Plt Bupati Tegaskan Penerimaan Murid Baru Harus Transparan dan Adil

"Sekolah-sekolah pinggiran yang paling merasakan dampaknya. Karena itu, kami berharap ada kebijakan yang benar-benar memperhatikan pemerataan siswa," katanya.

Hal senada disampaikan Humas SMPN 3 Ngunut, Yuliarti Eko Murti. Ia mengungkapkan, sekolahnya juga belum mampu memenuhi pagu penerimaan siswa baru. Dari pagu 288 siswa, jumlah peserta didik yang diterima baru sekitar 130 orang.

"Harapan kami ke depan ada pemerataan jumlah murid sehingga sekolah-sekolah negeri bisa berkembang bersama," pungkasnya.(bac)

Editor : Vidya Sajar Fitri
spmb 2026 ngunut SMPN rombel