RADAR TULUNGAGUNG – Tiga SD negeri di Tulungagung harus gigit jari pada tahun ajaran 2026/2027 kali ini.
Alasannya, mereka tidak mendapat satu murid pun. Dinas Pendidikan (Disdik) Tulungagung berdalih permasalahan demografi menjadi salah satu pemicu utama menyusutnya jumlah siswa baru.
Sekretaris Disdik Tulungagung, Deni Susanti mengatakan, berdasarkan data yang diterima hingga hari pertama masuk sekolah terdapat tiga SD negeri yang tidak memperoleh murid baru.
Yakni, SDN 1 Tenggong di Desa Tenggong, Kecamatan Rejotangan; SDN 4 Besuki, Kecamatan Besuki; dan SDN 5 Bungur, Kecamatan Karangrejo.
Menurut Deni, kondisi tersebut lebih banyak dipengaruhi faktor demografi. Jumlah anak usia sekolah dasar di wilayah sekitar sekolah memang semakin sedikit sehingga berdampak pada jumlah lulusan taman kanak-kanak (TK) yang akan melanjutkan ke SD.
Baca Juga: SDN 4 Besuki di Tulungagung Nihil Murid Baru Tahun Ini, Total Siswa Tinggal Delapan untuk Enam Kelas
"Kalau yang nol murid itu memang karena jumlah anak usia sekolah di wilayah tersebut sedikit. Bisa dicek juga berapa lulusan TK di sekitar sekolah itu. Tentu sangat berpengaruh terhadap jumlah peserta didik baru," jelasnya kepada Radar Tulungagung, Senin (13/7).
Dia menegaskan, disdik tidak akan terburu-buru mengambil kebijakan. Namun, evaluasi akan dilakukan apabila kondisi tersebut berlangsung dalam beberapa tahun berturut-turut.
Salah satu opsi yang disiapkan adalah regrouping atau penggabungan sekolah apabila selama tiga tahun berturut-turut tidak memperoleh peserta didik baru.
"Kalau sampai tiga tahun berturut-turut tidak mendapat murid, tentu secara kelembagaan akan kami evaluasi. Salah satu kemungkinan yang bisa direncanakan adalah regrouping atau penggabungan sekolah," ujarnya.
Deni menjelaskan, selain faktor jumlah kelahiran yang terus menurun, Deni menilai persaingan dengan sekolah swasta juga menjadi salah satu penyebab sekolah negeri tertentu kekurangan peserta didik. Karena itu, dia mendorong sekolah-sekolah dengan jumlah siswa minim untuk mulai berinovasi agar memiliki daya tarik di mata masyarakat.
"Semua anak tetap harus mendapatkan layanan pendidikan. Tetapi sekolah-sekolah juga perlu melakukan inovasi sehingga orang tua memiliki ketertarikan menyekolahkan anaknya di sana," katanya.
Menurut Deni, keberhasilan program keluarga berencana (KB) dalam menekan angka kelahiran juga menjadi salah satu faktor yang ikut memengaruhi penurunan jumlah calon peserta didik di sejumlah wilayah.
Fenomena tersebut tidak hanya terjadi di jenjang SD. Pada pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ini, disdik juga mencatat 34 SMP negeri di Tulungagung belum memenuhi pagu penerimaan siswa baru.
"Kondisi itu juga akan menjadi bahan evaluasi. Bisa saja nanti pagu penerimaan diusulkan untuk disesuaikan dengan kondisi riil jumlah peserta didik di masing-masing wilayah," pungkasnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri