Radar Tulungagung - Kebakaran melanda lahan tebu milik Mustaqim di Dusun Ngantru, RT 02/RW 02, Desa Ngantru, Kecamatan Ngantru, Selasa (14/7) sore. Kebakaran yang terjadi di tengah cuaca panas itu menghanguskan sekitar 80 ru lahan tebu. Beruntung, kobaran api berhasil dikendalikan petugas sebelum merembet ke lahan pertanian lain maupun permukiman warga.
Kasi Operasional dan Pemadaman (Kasi Dal Ops) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan, pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 16.18 WIB. Informasi tersebut disampaikan oleh Dwi, petugas PT Kereta Api Indonesia (KAI), yang melihat kobaran api di lokasi kejadian.
"Setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi pada pukul 16.21 WIB. Tim tiba di tempat kejadian sekitar pukul 16.41 WIB dan langsung melakukan upaya pemadaman," ujar Bambang.
Untuk mempercepat penanganan, Damkar menerjunkan satu unit armada pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air. Selain armada, sejumlah personel juga diterjunkan, mulai dari Kasi Penyelamatan, Analis Kebakaran, hingga personel Baruna 1 dan Baruna 2.
Sesampainya di lokasi, petugas mendapati api telah membakar hamparan tanaman tebu. Petugas kemudian melakukan penyemprotan dari beberapa titik untuk menghentikan penyebaran api sekaligus melakukan pembasahan pada area yang masih berpotensi memunculkan bara.
Proses pemadaman berlangsung hampir satu jam. Api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 17.20 WIB. Setelah api padam, petugas masih melakukan pendinginan dan penyisiran lokasi guna memastikan tidak ada bara api yang tersisa sehingga kebakaran tidak kembali muncul.
Bambang menjelaskan, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan lahan tebu seluas sekitar 80 ru dengan nilai kerugian material diperkirakan mencapai Rp 10 juta.
"Kebakaran menghanguskan lahan tebu sekitar 80 ru. Untuk penyebab kebakaran masih belum diketahui dan saat ini masih dalam proses penyelidikan," jelasnya.
Ia menambahkan, kondisi cuaca yang cenderung panas dan minim curah hujan membuat vegetasi, termasuk tanaman tebu dan rerumputan kering, lebih mudah terbakar. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan, terutama saat beraktivitas di area perkebunan maupun lahan pertanian.
Menurut Bambang, masyarakat diimbau tidak membakar sampah atau sisa tanaman di lahan terbuka tanpa pengawasan karena api dapat dengan cepat merembet, terutama saat angin bertiup cukup kencang. Selain itu, warga juga diminta segera melapor kepada Damkar apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kebakaran tidak meluas.
"Semakin cepat laporan diterima, semakin besar peluang api bisa dikendalikan sebelum meluas. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran terbuka dan segera menghubungi Damkar apabila melihat kebakaran," pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung