Keluar Bersihkan Bantaran, Warga Temukan Pria Tengkurap di Samping Motor

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Minggu, 19 Juli 2026 | 16:42 WIB
Motor Honda Vario Tercebur ke Sungai, Pengendara Ditemukan Tewas. (POLSEK REJOTANGAN UNTUK RADAR TULUNGAGUNG)
Motor Honda Vario Tercebur ke Sungai, Pengendara Ditemukan Tewas. (POLSEK REJOTANGAN)

Radar Tulungagung - Niat seorang warga membersihkan bantaran anak Sungai Lodagung, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan, Minggu (19/7) pagi, berakhir dengan penemuan tragis. Di balik suasana pagi yang tenang, warga justru menemukan sebuah sepeda motor tercebur ke aliran sungai. Tak jauh dari kendaraan tersebut, seorang pria ditemukan dalam posisi tengkurap dan sudah tidak bernyawa.

Korban diketahui bernama Agus Dwi Cahyono, 34, warga Dusun Dungmanten, Desa Aryojeding, Kecamatan Rejotangan. Peristiwa tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 05.30 WIB dan dilaporkan kepada Polsek Rejotangan sekitar pukul 06.00 WIB.

Kapolsek Rejotangan AKP Kasianto mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh seorang warga bernama Yusuf, 52. Saat itu saksi keluar rumah dengan tujuan membersihkan bantaran anak Sungai Lodagung yang berada tidak jauh dari tempat tinggalnya.

Saat melintasi jembatan di depan rumahnya, Yusuf melihat sebuah sepeda motor berada di dasar sungai. Karena merasa ada yang janggal, saksi kemudian memperhatikan kondisi sekitar hingga melihat seorang pria dalam posisi tengkurap di samping kendaraan tersebut.

"Saksi kemudian menghubungi Ketua RW setempat untuk meminta bantuan. Selanjutnya kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Rejotangan agar segera dilakukan penanganan," ujar Kasianto.

Mendapat laporan tersebut, petugas Polsek Rejotangan bersama Unit Reskrim langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi juga berkoordinasi dengan Tim Inafis Polres Tulungagung dan petugas medis RSUD dr. Iskak Tulungagung untuk melakukan identifikasi serta pemeriksaan terhadap korban.

Di lokasi kejadian, petugas mengevakuasi korban sekaligus mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam merah tahun 2026 tanpa pelat nomor yang ditemukan tercebur di anak Sungai Lodagung.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi, termasuk Ketua RT setempat. Dari hasil keterangan yang diperoleh, korban diketahui memiliki kebiasaan mengonsumsi minuman keras.

"Hasil visum dari tim medis RSUD dr. Iskak tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," kata Kasianto.

Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan keterangan di lapangan, korban diduga mengonsumsi minuman keras sebelum mengendarai sepeda motor. Dalam kondisi mabuk berat, korban diduga kehilangan kendali hingga terjatuh bersama kendaraan yang dikendarainya ke anak Sungai Lodagung.

"Kesimpulan sementara, korban diduga mengonsumsi minuman keras sehingga dalam keadaan mabuk berat. Saat mengendarai sepeda motor, korban diduga terjatuh ke sungai dan meninggal dunia akibat tenggelam," jelasnya.

Polisi memastikan tidak menemukan indikasi tindak pidana dalam kejadian tersebut. Setelah proses olah tempat kejadian perkara, identifikasi, dan visum selesai dilakukan, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Kasianto mengimbau masyarakat agar tidak mengemudikan kendaraan setelah mengonsumsi minuman keras. Sebab, kondisi tubuh yang tidak prima dapat meningkatkan risiko kecelakaan, terlebih ketika melintas di jalur yang berdekatan dengan sungai maupun saluran air.

Menurutnya, keselamatan pengendara tidak hanya bergantung pada kondisi kendaraan, tetapi juga kesiapan fisik dan kesadaran saat berkendara.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
tercebur penemuan mayat meninggal radar tulungagung mabuk