Kandang Ayam Terbakar, 3.100 Ekor Unggas Mati, Kerugian Ditaksir Rp 400 Juta

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 20:04 WIB
Kobaran api yang menghanguskan kandang ayam milik warga. (POLRES TULUNGAGUNG)
Kobaran api yang menghanguskan kandang ayam milik warga. (DAMKAR TULUNGAGUNG)

Radar Tulungagung - Kebakaran hebat melanda kandang ayam milik Abdul Munir di Dusun Plandangan RT 04/RW 08, Desa Boro, Kecamatan Kedungwaru, Minggu (19/7) malam. Kobaran api menghanguskan seluruh bangunan kandang hingga menyebabkan sekitar 3.100 ekor ayam mati. Kerugian akibat peristiwa tersebut ditaksir mencapai Rp 400 juta.

Peristiwa kebakaran terjadi sekitar pukul 23.30. Saat itu, api diduga muncul dari kompor berbahan bakar gas LPG yang digunakan sebagai pemanas kandang. Akibat terjadi kebocoran, api dengan cepat membesar dan merambat ke seluruh bagian kandang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.

Laporan kejadian diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung pada pukul 23.45. Selang lima menit kemudian, dua unit mobil pemadam kebakaran dan satu unit mobil suplai air diberangkatkan menuju lokasi kejadian.

Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 23.58 dan langsung melakukan upaya pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain di sekitar kandang. Proses pemadaman berlangsung cukup alot mengingat besarnya kobaran api serta banyaknya material yang mudah terbakar di dalam kandang.

Kasi Operasional dan Pemadaman DPKP Tulungagung, Bambang Pidekso, mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kebakaran diduga dipicu kebocoran pada kompor gas LPG yang difungsikan sebagai pemanas ayam.

"Api berasal dari kompor gas LPG yang digunakan sebagai pemanas ayam. Diduga terjadi kebocoran sehingga api merambat dan membakar seluruh kandang," ujarnya.

Akibat kebakaran tersebut, sebanyak 2.100 ekor ayam petelur dan 1.000 ekor anak ayam berusia sekitar 35 hari tidak dapat diselamatkan. Seluruh unggas tersebut mati akibat terjebak di dalam kandang yang terbakar.

Selain menewaskan ribuan ayam, seluruh bangunan kandang juga mengalami kerusakan berat. Berdasarkan keterangan pemilik, total kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta.

Meski menimbulkan kerugian yang cukup besar, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, pemilik bersama warga berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sembari menunggu petugas datang ke lokasi.

Bambang menjelaskan, proses pemadaman baru dapat diselesaikan sekitar pukul 00.50, Senin (20/7). Setelah api berhasil dipadamkan, petugas melakukan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada titik api yang berpotensi memicu kebakaran susulan.

"Sebanyak dua armada pemadam dan satu unit mobil suplai kami kerahkan dalam penanganan kebakaran ini. Setelah api padam, petugas melanjutkan pendinginan agar tidak muncul titik api kembali," jelasnya.

Penanganan kebakaran juga melibatkan personel Polsek Kedungwaru yang membantu melakukan pengamanan di sekitar lokasi. Sementara itu, petugas DPKP mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam penggunaan kompor gas maupun alat pemanas, terutama yang digunakan secara terus-menerus di kandang ternak atau bangunan yang banyak mengandung material mudah terbakar.

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
kebakaran radarjawapostulungagung kobaran api kebakaran tulungagung