Radar Tulungagung - Sebuah kandang ternak sapi milik warga di Dusun Jambe RT 002/RW 001, Desa Kesambi, Kecamatan Bandung, terbakar pada Senin (20/7) dini hari. Kebakaran yang diduga dipicu aktivitas pembakaran sampah di sekitar kandang itu sempat membuat warga panik. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan lain sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Berdasarkan informasi yang dihimpun, api bermula dari pembakaran sampah atau ilalang di dekat kandang. Diduga karena api tidak sepenuhnya padam, kobaran kemudian menyambar bagian kandang yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Warga yang mengetahui adanya kebakaran berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya sambil menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung.
Laporan kebakaran diterima petugas DPKKP pada pukul 02.10 WIB. Hanya berselang lima menit, satu unit mobil pemadam kebakaran, satu unit mobil tangki suplai air, dan satu unit mobil rescue diberangkatkan menuju lokasi kejadian.
Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 02.35 WIB dan langsung melakukan pemadaman. Upaya tersebut difokuskan untuk mengendalikan kobaran api agar tidak merembet ke bangunan lain maupun permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.
Setelah berjibaku selama kurang lebih 45 menit, api akhirnya berhasil dipadamkan. Petugas kemudian melanjutkan proses pembasahan hingga pukul 03.20 WIB untuk memastikan tidak ada bara api yang masih menyala dan berpotensi memicu kebakaran susulan.
Kasi Operasional dan Pemadaman DPKP Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi, penyebab kebakaran diduga berasal dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan di sekitar kandang.
"Dugaan sementara, api berasal dari pembakaran sampah atau ilalang di dekat kandang. Api yang belum benar-benar padam kemudian merembet ke bangunan kandang sehingga memicu kebakaran. Beruntung laporan cepat kami terima sehingga petugas bisa segera menuju lokasi untuk melakukan pemadaman sebelum api semakin membesar," ujarnya.
Menurut Bambang, respons cepat petugas menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas. Sebab, apabila penanganan terlambat beberapa menit saja, api berpotensi menghanguskan seluruh kandang bahkan merembet ke bangunan lain di sekitarnya.
"Begitu menerima laporan, kami langsung mengerahkan armada beserta personel menuju lokasi. Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pemadaman dan pendinginan. Alhamdulillah api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini dan situasi berhasil diamankan," jelasnya.
Hingga berita ini ditulis, nilai kerugian material akibat kebakaran tersebut masih dalam proses pendataan. Sementara itu, penyebab pasti kebakaran masih didalami berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi.
Bambang mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat melakukan pembakaran sampah, terutama di musim kemarau ketika kondisi lingkungan lebih kering dan api lebih mudah menyebar.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah di dekat rumah, kandang ternak, maupun bangunan yang mudah terbakar. Jika memang harus membakar sampah, pastikan api selalu diawasi dan benar-benar padam sebelum ditinggalkan. Hal yang terlihat sepele seperti ini bisa menimbulkan kerugian besar apabila api tidak terkendali," tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera menghubungi petugas pemadam kebakaran apabila melihat tanda-tanda kebakaran. Menurutnya, laporan yang cepat akan sangat membantu proses penanganan sehingga risiko meluasnya kobaran api dapat diminimalkan.
"Jangan menunggu api membesar baru melapor. Semakin cepat informasi kami terima, semakin besar peluang kebakaran bisa dikendalikan dan kerugian dapat ditekan. Kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam upaya pencegahan maupun penanggulangan kebakaran," pungkas Bambang.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung