RADAR TULUNGAGUNG - Embusan angin kencang merusak atap dapur sebuah rumah warga di Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Rabu (22/7) sekitar pukul 10.30 WIB.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun sekitar 10 lembar atap asbes terlepas akibat terpaan angin.
Rumah yang terdampak diketahui milik AP, 50. Sesaat setelah menerima laporan, BPBD Tulungagung langsung menerjunkan personel ke lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban.
Baca Juga: Angin Kencang Hantam Sendang Tulungagung, 4 Rumah Rusak Parah, Warga Diimbau Waspada Cuaca Ekstrem
Kabid Kedaruratan dan Logistik, Teguh Abianto, menegaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh angin puting beliung seperti yang sempat beredar di masyarakat.
"Peristiwa ini bukan akibat puting beliung. Penyebabnya adalah angin kencang yang bertiup dari arah area persawahan sehingga mengangkat dan merusak atap asbes rumah warga," ujarnya.
Menurut Teguh, kerusakan hanya terjadi pada bagian dapur rumah. Terpaan angin menyebabkan sekitar 10 lembar atap asbes terlepas dan terbawa angin.
"Yang terdampak adalah bagian dapur rumah. Kurang lebih ada 10 lembar atap asbes yang terlepas akibat angin kencang," katanya.
Usai melakukan pendataan di lokasi, BPBD Tulungagung segera menyalurkan bantuan logistik kepada korban.
Selain itu, BPBD juga memberikan bantuan material berupa lembaran asbes sebagai pengganti atap yang rusak agar rumah dapat segera diperbaiki.
"BPBD sudah melakukan asesmen di lokasi dan memberikan bantuan logistik serta asbes pengganti kepada korban agar kerusakan bisa segera ditangani," jelasnya.
Meski hanya satu rumah yang terdampak, Teguh mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi angin kencang yang masih berpeluang terjadi, terutama saat cuaca berubah secara tiba-tiba.
"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas ranting pohon yang berpotensi membahayakan. Jika terjadi bencana, segera laporkan kepada pemerintah desa atau BPBD agar dapat segera ditangani," pungkasnya. ****
Editor : Dharaka R. PerdanaSumber : Radar Tulungagung