Radar Tulungagung - Kerusakan atap rumah milik seorang warga di Desa Gedangan, Kecamatan Campurdarat, Rabu (22/7), sempat dikabarkan akibat angin puting beliung. Namun, hasil asesmen di lapangan menunjukkan peristiwa tersebut dipicu embusan angin kencang yang menerjang dari arah area persawahan.
Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Tulungagung Teguh Abianto mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan di lokasi, tidak ditemukan indikasi terjadinya angin puting beliung. Embusan angin kencang menjadi penyebab terlepasnya atap asbes pada bagian dapur rumah warga.
"Peristiwa ini bukan akibat puting beliung. Penyebabnya adalah angin kencang yang bertiup dari arah area persawahan sehingga mengangkat dan merusak atap asbes rumah warga," ujarnya.
Rumah yang terdampak merupakan milik A.P. (50). Terpaan angin menyebabkan sekitar 10 lembar asbes pada bagian dapur terlepas. Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut.
"Yang terdampak adalah bagian dapur rumah. Kurang lebih ada 10 lembar atap asbes yang terlepas akibat angin kencang," kata Teguh.
Setelah menerima laporan, petugas BPBD Kabupaten Tulungagung mendatangi lokasi untuk melakukan asesmen sekaligus menyalurkan bantuan kepada korban. Bantuan yang diberikan berupa logistik serta material asbes pengganti agar bagian rumah yang rusak dapat segera diperbaiki.
"BPBD sudah melakukan asesmen di lokasi dan memberikan bantuan logistik serta asbes pengganti kepada korban agar kerusakan bisa segera ditangani," jelasnya.
Teguh mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi angin kencang yang masih mungkin terjadi saat cuaca berubah. Warga juga diminta rutin memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas ranting pohon yang berpotensi membahayakan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk rutin memeriksa kondisi atap rumah dan memangkas ranting pohon yang berpotensi membahayakan. Jika terjadi bencana, segera laporkan kepada pemerintah desa atau BPBD agar dapat segera ditangani," pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung