Kuota Haji Tulungagung 2027 Naik Jadi 1.243 Jemaah, Pendaftar Akhir 2012 hingga Awal 2013 Berpeluang Berangkat

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 10:18 WIB
Kuota keberangkatan haji tahun 2027 dipastikan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2026 ini.
Kuota keberangkatan haji tahun 2027 dipastikan mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2026 ini.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Kabar baik bagi calon jemaah haji (CJH) asal Tulungagung. Kuota keberangkatan haji tahun depan dipastikan mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sebanyak 1.243 calon jemaah diproyeksikan berangkat ke Tanah Suci.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umroh (Kemenhaj) Tulungagung, Suryani, mengatakan telah menerima informasi terkait alokasi kuota haji untuk tahun depan. Secara keseluruhan, Jawa Timur mendapatkan kuota sekitar 32 ribu jemaah.

Kuota tersebut selanjutnya didistribusikan ke masing-masing kabupaten/kota berdasarkan daftar tunggu (waiting list) di setiap daerah.

“Untuk Tulungagung terdapat 1.243 calon jemaah diproyeksikan berangkat menuju Tanah Suci tahun depan,” ujar Suryani, saat dikonfirmasi di sela kegiatannya, Sabtu (25/7).

Menurut dia, jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan haji tahun sebelumnya yang memberangkatkan 1.175 jemaah. Artinya terdapat tambahan sekitar 68 porsi keberangkatan.

Baca Juga: Jumlah Jamaah Haji Tulungagung Meninggal Dunia Turun Drastis, dari 16 Orang Jadi 7 pada Musim Haji 2026

Calon jemaah yang masuk dalam estimasi kuota tersebut merupakan pendaftar pada akhir 2012 hingga awal 2013.

“Angka tersebut masih bersifat estimasi. Sebab, Kemenhaj masih melakukan proses verifikasi terhadap seluruh calon jemaah,” imbuhnya.

Verifikasi dilakukan untuk memastikan calon jemaah memenuhi persyaratan keberangkatan. Di antaranya terkait batas usia, riwayat keberangkatan haji, hingga kondisi tertentu yang membuat jemaah menunda keberangkatan.

Contohnya, ada kemungkinan jemaah belum berusia 15 tahun, atau pernah berhaji namun belum memenuhi jeda aturan 10 tahun.

Selain itu, ada pula jemaah yang mengajukan penundaan karena alasan sakit, masih sekolah, atau menunggu mahram,” jelasnya.

Suryani menambahkan, apabila terdapat calon jemaah yang menunda keberangkatan atau tidak memenuhi kriteria verifikasi, maka porsi tersebut akan diisi oleh calon jemaah pada nomor urut berikutnya.

Baca Juga: Sambut Kepulangan Jemaah Haji Tulungagung, Plt Bupati Ajak Jadi Teladan di Tengah Masyarakat

Dengan demikian, calon jemaah yang berada di bawah batas estimasi kuota masih memiliki peluang untuk berangkat apabila terdapat porsi yang kosong.

Sementara itu, pelaksanaan ibadah haji tahun sebelumnya menyisakan catatan prestasi sekaligus evaluasi bagi Tulungagung.

Dari sisi prestasi, jemaah haji asal Tulungagung berhasil meraih penghargaan sebagai jemaah paling tertib se-Jawa Timur.

Namun, di sisi lain, sebanyak tujuh jemaah asal Tulungagung meninggal dunia di Tanah Suci. Jumlah tersebut menjadi salah satu yang tertinggi di Jawa Timur, bersama Lamongan.

Ya ada plus minusnya tahun ini. Secara keseluruhan, semuanya berjalan lancar,” pungkas Suryani. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
kuota haji calon jemaah haji Kemenhaj tanah suci