RADAR TULUNGAGUNG – Kursi Sekda Tulungagung definitif masih belum terisi.
Meski panitia seleksi telah menetapkan tiga nama calon terbaik, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin belum bisa menentukan satu nama untuk menduduki jabatan tersebut.
Pasalnya, hingga kini Ahmad Baharudin masih menunggu petunjuk dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Izin atau arahan dari pemerintah pusat tersebut diperlukan sebelum dirinya memilih satu dari tiga nama calon sekda hasil seleksi.
“Tinggal saya memilih satu nama saja, tapi masih menunggu petunjuk dari Kemendagri,” ujarnya.
Dia mengakui proses pemilihan sekda definitif seharusnya tidak membutuhkan waktu lama.
Terlebih, tahapan seleksi telah menghasilkan tiga nama calon yang dinilai memenuhi persyaratan.
“Kalau jadwal sesuai tepat waktu, tidak ada, namun harapan kami secepatnya,” terangnya.
Disinggung mengenai waktu pengisian jabatan sekda definitif, Ahmad Baharudin menyebut proses tersebut bergantung pada petunjuk dan keputusan dari pemerintah pusat.
“Lama dan tidaknya itu tergantung. Kalau kita anggap satu tahun lama, ya lama. Tapi kalau anggap satu tahun cepat, ya cepat,” katanya.
Tiga nama yang telah ditetapkan panitia seleksi sebagai calon Sekda Tulungagung adalah Tri Hariadi, Anang Pratistianto, dan Imroatul Mufidah.
Selanjutnya, satu nama akan dipilih untuk mengisi jabatan sekda secara definitif.
Sementara itu, politikus Partai Gerindra ini menegaskan, belum adanya sekda definitif tidak boleh menghambat jalannya pemerintahan.
Sebab, selain posisi sekda, sejumlah jabatan kepala organisasi perangkat daerah (OPD) juga masih kosong.
“Saya sudah sampaikan, pelaksanaan pemerintahan tidak boleh mandek,” tegasnya.
Karena itu, roda pemerintahan tetap harus berjalan sembari menunggu proses pengisian jabatan sekda definitif dan sejumlah posisi strategis lainnya. (sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri