Radar Tulungagung - Kebakaran menghanguskan sebuah gudang penyimpanan peralatan hidroponik tanaman melon di Dusun Tawang RT 03/RW 02, Desa Kauman, Kecamatan Kauman, Minggu (26/7) pagi. Api diduga berasal dari korsleting listrik pada handel genset yang masih terhubung dengan aliran listrik PLN. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu singkat sehingga tidak sempat merembet ke bangunan lain maupun lahan pertanian di sekitarnya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.15 WIB. Saat itu, api diduga muncul dari area tempat penyimpanan genset yang berada di dalam gudang. Percikan api kemudian menyambar tumpukan kertas yang berada tidak jauh dari sumber korsleting. Karena di dalam gudang juga terdapat berbagai peralatan dan bahan penunjang budidaya melon hidroponik, api dengan cepat membesar dan membakar sebagian isi bangunan.
Gudang tersebut diketahui merupakan milik Yudi Pratomo. Selain difungsikan sebagai tempat menyimpan genset, bangunan itu juga digunakan untuk menyimpan berbagai peralatan tukang, pupuk, hingga perlengkapan lain yang digunakan untuk menunjang budidaya tanaman melon hidroponik.
Laporan kebakaran diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Tulungagung sekitar pukul 09.21 WIB. Hanya berselang empat menit setelah menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi kejadian.
Kasi Operasional Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, satu unit armada pemadam jenis Karba segera diberangkatkan untuk melakukan penanganan. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.39 WIB dan langsung melakukan pemadaman agar api tidak semakin meluas.
"Setelah menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi dan melakukan pemadaman. Api berhasil dikendalikan sehingga tidak sampai merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi," ujarnya.
Menurut Bambang, berdasarkan hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, kebakaran diduga dipicu oleh korsleting pada handel genset yang masih terhubung dengan arus listrik PLN. Percikan api yang muncul kemudian menyambar tumpukan kertas di dalam gudang sebelum akhirnya membakar genset, sejumlah peralatan kerja, pupuk, hingga sebagian atap bangunan.
"Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting pada handel genset yang terhubung dengan listrik PLN. Percikan api menyambar material yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar," jelasnya.
Meski kobaran api sempat membesar, respons cepat petugas membuat kebakaran dapat segera dikendalikan. Proses pemadaman berlangsung kurang lebih 11 menit sejak petugas tiba di lokasi. Sekitar pukul 09.50 WIB, api berhasil dipadamkan sepenuhnya dan dilanjutkan dengan proses pendinginan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa.
Dalam operasi pemadaman tersebut, Damkarmat Tulungagung mengerahkan satu unit armada Karba beserta personel Baruna 1. Penanganan juga melibatkan jajaran Polsek Kalangbret yang membantu mengamankan lokasi serta memastikan proses pemadaman berjalan lancar.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Namun, sejumlah barang di dalam gudang mengalami kerusakan akibat terbakar. Barang yang terdampak meliputi satu unit genset, tumpukan kertas, berbagai peralatan tukang, pupuk, serta sebagian konstruksi atap gudang.
Berdasarkan keterangan pemilik, total kerugian material akibat kebakaran diperkirakan mencapai sekitar Rp15 juta. Beruntung, api tidak sempat merembet ke area budidaya melon hidroponik maupun bangunan lain yang berada di sekitar gudang sehingga kerugian yang ditimbulkan dapat diminimalkan.
Bambang mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran yang dipicu instalasi listrik maupun penggunaan genset. Menurutnya, pemeriksaan berkala terhadap kabel, sambungan listrik, dan kondisi genset sangat penting dilakukan guna mencegah terjadinya korsleting.
"Kami mengimbau masyarakat agar rutin memeriksa dan melakukan perawatan instalasi listrik serta sistem sambungan genset. Pastikan seluruh instalasi memenuhi standar keamanan sehingga risiko korsleting yang dapat memicu kebakaran bisa dicegah sejak dini," pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebakaran tidak hanya dipicu oleh api terbuka, tetapi juga dapat berasal dari gangguan instalasi listrik maupun peralatan elektronik. Karena itu, masyarakat diharapkan lebih memperhatikan kondisi instalasi listrik, terutama pada bangunan yang digunakan sebagai tempat penyimpanan barang-barang mudah terbakar.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung