Radar Tulungagung - Kekhawatiran seorang istri berujung duka. Seorang lansia berinisial K, 86, warga Desa Ngentrong, Kecamatan Campurdarat, yang sempat dicari keluarga karena tidak berada di rumah, akhirnya ditemukan meninggal dunia di dalam sumur di belakang rumahnya, Selasa (28/7) dini hari.
Korban diketahui hilang sekitar pukul 04.00 WIB. Saat itu, istrinya, Lasirah, terbangun dan tidak mendapati suaminya berada di dalam rumah. Karena khawatir terjadi sesuatu, ia kemudian meminta bantuan tetangga untuk mencari keberadaan korban.
Kasi Humas Polres Tulungagung Iptu Nanang Murdianto mengatakan, pencarian dilakukan di sekitar rumah hingga lingkungan sekitar. Namun, korban tak kunjung ditemukan.
"Korban pertama kali diketahui tidak berada di rumah oleh istrinya. Selanjutnya keluarga meminta bantuan tetangga untuk melakukan pencarian di sekitar rumah," ujarnya.
Dalam proses pencarian tersebut, salah seorang tetangga, Arifin, berinisiatif memeriksa area belakang rumah. Saat melihat ke dalam sumur, ia mendapati tubuh korban sudah mengapung di permukaan air.
Temuan itu langsung mengundang perhatian warga sekitar. Pemerintah Desa Ngentrong dan Polsek Campurdarat kemudian menerima laporan sekitar pukul 05.20 WIB.
"Salah seorang saksi kemudian melihat ke dalam sumur yang berada di belakang rumah korban dan mendapati korban sudah mengapung dalam kondisi meninggal dunia. Peristiwa itu kemudian dilaporkan kepada pemerintah desa dan kepolisian," kata Nanang.
Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Campurdarat bersama Tim Inafis Polres Tulungagung dan tenaga kesehatan dari Puskesmas Campurdarat segera mendatangi lokasi. Petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, serta melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah.
Dari hasil pemeriksaan, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan maupun luka yang mengarah pada dugaan tindak pidana. Polisi menduga korban terjatuh ke dalam sumur.
"Hasil pemeriksaan luar oleh Tim Inafis dan tenaga kesehatan tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dugaan sementara korban terjatuh ke dalam sumur," jelasnya.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban memang sudah lanjut usia dan mengalami gangguan pada kaki sehingga aktivitas berjalan sehari-hari tidak lagi normal. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan korban terjatuh.
"Korban sudah berusia 86 tahun dan berdasarkan keterangan keluarga mengalami kesulitan berjalan karena kondisi fisiknya. Hal itu juga menjadi bagian dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas," terangnya.
Setelah proses identifikasi selesai, pihak keluarga menyatakan menerima peristiwa tersebut sebagai musibah. Mereka juga meminta agar tidak dilakukan autopsi terhadap jenazah. Permintaan tersebut dituangkan dalam surat pernyataan yang disampaikan kepada penyidik.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung