RADAR TULUNGAGUNG – Ambisi menghadirkan Sekolah Rakyat (SR) di Tulungagung mulai menemui tantangan.
Target pembukaan tiga rombongan belajar (rombel) jenjang sekolah dasar (SD) akhirnya harus dikurangi menjadi dua rombel karena sulit memenuhi kuota calon peserta didik.
Semua tak lepas dari skema tinggal di asrama yang dinilai belum sepenuhnya dapat diterima orang tua, terutama bagi anak-anak yang baru akan memasuki kelas I SD.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Tulungagung Reni Prasetiawati Ika Septiwulan mengakui, usulan awal pemerintah daerah adalah 3 rombel untuk jenjang SD, sedangkan SMP dan SMA masing-masing 4 rombel.
Namun dalam realisasinya hanya dua rombel SD yang disetujui.
"Ada penyesuaian untuk rombel jenjang SD. Usulan kami 3 rombel, tetapi yang disetujui hanya 2 rombel," ujarnya, Sabtu (25/7).
Baca Juga: Pemkab Siapkan Lahan 5,2 Hektare, Kawasan Jepun Diusulkan Jadi Lokasi Sekolah Rakyat
Menurut Reni, tantangan terbesar bukan pada penyediaan sarana maupun tenaga pendidik, melainkan meyakinkan keluarga agar bersedia melepas anak usia dini tinggal di asrama.
Kondisi tersebut membuat proses penjaringan peserta didik berjalan lebih berat dibanding jenjang SMP maupun SMA.
Karena itu, dinsos melakukan pendekatan langsung kepada keluarga calon siswa.
Bahkan, pemerintah menyiapkan opsi pendampingan orang tua selama satu hingga dua hari pertama agar anak lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan asrama.
"Kami berupaya melakukan pendekatan. Bila diperlukan, orang tua calon siswa bisa mendampingi anaknya selama satu atau dua hari pertama," jelasnya.
Baca Juga: Sekolah Rakyat masuk tahap Verifikasi,Hasil Survei KemenPU Jadi Penentu Kelayakan Lahan
Meski rombel SD berkurang, program SR di Tulungagung tetap ditargetkan mampu menampung sekitar 1.000 siswa mulai jenjang SD hingga SMA.
Peserta didik diprioritaskan berasal dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH), khususnya kelompok Desil 1 dan Desil 2.
Tak hanya menawarkan pendidikan gratis, program besutan Kementerian Sosial tersebut juga dibarengi pemberdayaan keluarga.
Orang tua siswa direncanakan memperoleh bantuan modal usaha, sementara rumah keluarga penerima manfaat juga berpeluang mendapat bantuan perbaikan.
"Dampaknya tidak hanya kepada anak, tetapi juga orang tuanya. Tujuannya agar keluarga menjadi lebih berdaya," pungkas Reni.
Seperti diberitakan sebelumnya, kementerian sudah melakan survei lokasi bakal calon SR.
Yakni di sisi timur dan selatan Rusunawa Jepun di Desa Ringinpitu, Kecamatan Kedungwaru. Lokasi tersebut harus memenuhi lima aspek yang digariskan agar pembangunan bisa dilakukan.(sri/c1/rka)
Editor : Vidya Sajar Fitri