Seorang Ibu Meninggal Usai Uji Nyali di Rumah Hantu Apollo Tulungagung, Polisi Lakukan Penyelidikan 

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 22:07 WIB
Polisi lakukan evakuasi korban meninggal usai keluar dari wahana rumah hantu. (PAMAPTA POLRES TULUNGAGUNG)
Polisi lakukan evakuasi korban meninggal usai keluar dari wahana rumah hantu Apollo Super Mall Tulungagung. (PAMAPTA POLRES TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Seorang perempuan pengunjung wahana rumah hantu di area basement parkir Apollo Super Mall Tulungagung meninggal dunia, Rabu (29/7). Korban diketahui berinisial BNW, 39, warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu.

 

Peristiwa itu sontak menggegerkan pengunjung pusat perbelanjaan yang terletak di Kelurahan Tamanan, Kecamatan Tulungagung. Polisi memastikan korban tidak meninggal saat berada di dalam wahana, melainkan beberapa saat setelah keluar dari rumah hantu.

 

Pamapta Polres Tulungagung Ipda Hendra Endy Purwanto menjelaskan, peristiwa bermula sekitar pukul 14.30 ketika korban memasuki wahana rumah hantu yang berada di basement parkir Apollo Super Mall.

 

"Korban masuk sekitar pukul 14.30. Kurang lebih pukul 14.35 sudah keluar dari wahana," ujarnya.

 

Menurut Ipda Hendra, setelah keluar dari wahana, korban masih sempat membawa lampu lampion yang digunakan sebagai penerangan di dalam rumah hantu. Korban kemudian duduk di area luar wahana.

 

"Setelah duduk, korban berdiri. Tidak lama kemudian terjatuh," katanya.

 

Korban selanjutnya dievakuasi ke rumah sakit untuk dilakukan visum luar. Dari pemeriksaan awal ditemukan luka di pelipis kiri yang diduga akibat benturan saat terjatuh. Selain itu, terdapat gigi korban yang patah.

 

"Di pelipis sebelah kiri ada luka karena kemungkinan terbentur saat jatuh, kemudian ada gigi yang patah," jelasnya.

 

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan penyebab kematian korban. Dugaan adanya riwayat penyakit masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.

 

Berdasarkan keterangan keluarga, korban sebelumnya beberapa kali mengalami pingsan. Bahkan saat menjalankan ibadah haji beberapa waktu lalu, korban disebut sempat tidak sadarkan diri hingga sekitar 12 jam.

 

"Menurut keterangan ibu kandungnya, saat haji korban pernah pingsan cukup lama. Setelah pulang juga kalau mendengar suara keras, misalnya knalpot atau motor digas, sering merasa berdebar. Namun itu masih sebatas keterangan keluarga dan belum terkonfirmasi secara medis," terang Hendra.

 

Korban diketahui datang ke lokasi bersama anaknya yang masih berusia sekitar delapan tahun dan duduk di kelas dua SD. Namun sang anak tidak ikut masuk ke dalam rumah hantu.

 

"Anaknya menunggu di luar. Korban masuk sendiri kemudian digabung dengan rombongan pengunjung lain," ujarnya.

 

Kepada polisi, ibu korban juga menyampaikan bahwa almarhum memang sudah beberapa hari mengutarakan keinginannya untuk mencoba wahana rumah hantu tersebut.

 

Saat ini jenazah korban telah dievakuasi ke rumah sakit sebelum diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Keluarga menerima peristiwa tersebut dan telah memberikan keterangan kepada penyidik.

 

Sementara itu, polisi masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Pengelola wahana juga dimintai klarifikasi.

 

"Untuk sementara wahana rumah hantu ditutup guna kepentingan penyelidikan. Kami juga masih melakukan klarifikasi terhadap pihak pengelola," pungkas Ipda Hendra.

Editor : Sandy Sri Yuwana
apollo super store rumah hantu meninggal tulungagung wahana