8 Dapur SPPG Tulungagung Diusulkan Suspend Permanen, Satgas MBG Masih Tunggu Konfirmasi BGN Pusat

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Kamis, 30 Juli 2026 | 10:39 WIB
Delapan dapur SPPG di Tulungagung terancam ditutup permanen setelah masuk dalam usulan suspend Badan Gizi Nasional (BGN).(SANDY SRI YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)
Delapan dapur SPPG di Tulungagung terancam ditutup permanen setelah masuk dalam usulan suspend Badan Gizi Nasional (BGN).(SANDY SRI YUWANA/RADAR TULUNGAGUNG)

 

RADAR TULUNGAGUNG – Delapan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Tulungagung dikabarkan akan ditutup permanen oleh Badan Gizi Nasional (BGN).

Kabar tersebut mencuat setelah beredarnya surat BGN yang ditujukan kepada bank Himbara terkait penonaktifan rekening virtual account (VA) SPPG berstatus suspend permanen.

Dalam surat yang beredar, BGN mengusulkan penonaktifan user maker dan approval rekening VA SPPG, sekaligus penarikan saldo yang masih tersisa untuk disetorkan ke kas negara.

Delapan dapur SPPG di Tulungagung masuk dalam daftar usulan tersebut.

Masing-masing yakni SPPG Pakel, Kecamatan Ngantru; SPPG Panjerejo 2 Kecamatan Rejotangan; SPPG Tanjungsari; SPPG Bendiljati Kulon, Kecamatan Sumbergempol; SPPG Moyoketen, Kecamatan Boyolangu; SPPG Karangrejo 3 Kecamatan Boyolangu; SPPG Kedungcangkring, Kecamatan Pagerwojo; serta SPPG Pucung Kidul, Kecamatan Boyolangu.

Baca Juga: Aspirasi Pertahankan Program Makan Bergizi Gratis Tulungagung Menguat, Mitra SPPG hingga Petani Kompak Minta MBG Tetap Berlanjut

Informasi itu membuat para pengelola dapur SPPG terkejut. Salah seorang pemilik dapur mengaku tidak menyangka fasilitas yang dikelolanya masuk dalam daftar penutupan permanen.

Padahal, dia mengklaim telah melakukan berbagai perbaikan sesuai hasil evaluasi yang sebelumnya disampaikan tim BGN.

Meski demikian, kepastian mengenai penutupan delapan dapur tersebut masih menunggu penjelasan resmi dari BGN.

Ketua Satgas Makan Bergizi Gratis (MBG) Tulungagung Johannes Bagoes Kuncoro mengatakan hingga kini telah berkoordinasi dan meminta informasi kepada korwil BGN Tulungagung namun belum memperoleh konfirmasi resmi dari BGN Pusat.

"Sudah kami tanyakan ke korwil tapi katanya masih menunggu confirmed dari BGN Pusat," ujarnya singkat saat dikonfirmasi melalui pesan singkat, Rabu (29/7).

Dia juga menjelaskan bahwa persoalan tersebut sebenarnya bukan menjadi kewenangan Satgas MBG Kabupaten.

Baca Juga: Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis Didukung, Forum Komunikasi Mitra SPPG Tulungagung Minta MBG Jangan Dihentikan

"Itu bukan kewenangan ketua satgas," katanya.

Hingga berita ini ditulis pukul 17.00 WIB, Korwil BGN Tulungagung Sebrina Mahardika ketika dikonfirmasi belum memberikan respons terkait surat yang beredar maupun alasan delapan dapur SPPG di Tulungagung diusulkan berstatus suspend permanen.

Sebelumnya, program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung sempat menjadi sorotan setelah sejumlah dapur SPPG dievaluasi oleh BGN.

Evaluasi dilakukan terhadap aspek administrasi, pengelolaan keuangan, hingga pemenuhan standar operasional dapur.

Namun, hingga kini belum ada penjelasan resmi apakah delapan dapur yang masuk daftar tersebut dipastikan ditutup permanen atau masih memiliki kesempatan untuk mengajukan keberatan maupun perbaikan lebih lanjut. 

Sementara itu, hingga Rabu (29/7) petang, Koordinator Wilayah BGN Tulungagung Sebrina Mahardika belum memberikan tanggapan atas konfirmasi yang disampaikan terkait beredarnya surat usulan suspend permanen delapan dapur SPPG di Tulungagung. (sri/c1/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
bgn tulungagung BGN MBG SPPG