Kasus Dugaan Keracunan MBG di Tulungagung Capai Enam Kali, DPRD Bakal Panggil Dinkes dan BGN untuk Evaluasi

Sandy Sri Yuwana • Dipublikasikan Senin, 3 Agustus 2026 | 09:39 WIB
Dinkes Tulungagung saat mendatangi SPPG Pakisrejo setelah kejadian keracunan.
Dinkes Tulungagung saat mendatangi SPPG Pakisrejo setelah kejadian keracunan.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Kasus dugaan keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tulungagung kembali menjadi sorotan DPRD.

Insiden dugaan keracunan terbaru itu merupakan kasus keenam sepanjang pelaksanaan program MBG di Tulungagung sekaligus menjadi yang terbanyak di Jawa Timur.

Komisi C DPRD Tulungagung memastikan akan menindaklanjuti kasus dugaan keracunan MBG dengan meminta penjelasan dari pihak-pihak terkait. 

Selain Dinas Kesehatan (Dinkes) Tulungagung, dewan juga berencana memanggil Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) untuk meminta keterangan mengenai penanganan maupun evaluasi pelaksanaan program MBG.

Anggota Komisi C DPRD Tulungagung, Wahyu Pratama Alamsyah, mengatakan masih menunggu hasil investigasi dan laporan resmi dari dinkes sebelum mengambil langkah lebih lanjut. 

Baca Juga: Ratusan Warga Tulungagung Keracunan Menu MBG, Termasuk Balita dan Ibu Menyusui

"Kami menunggu mitigasi dan laporan dari dinkes, sekaligus meminta keterangan," ujarnya saat ditemui usai rapat paripurna di gedung DPRD Tulungagung, Jumat (31/7).

Menurut Wahyu, kasus tersebut tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap masyarakat sebagai penerima manfaat program MBG. Apalagi jumlah warga yang mengalami gejala cukup banyak.

"Ini masyarakat yang dirugikan. Apalagi penerima manfaatnya juga banyak," katanya.

Politisi Partai Demokrat ini mengaku hingga kini belum menerima pembaruan data terbaru mengenai jumlah korban maupun hasil pemeriksaan laboratorium. Namun, DPRD memastikan persoalan tersebut akan menjadi perhatian serius.

"Sampai hari ini masih belum ada update. Pasti teman-teman dewan akan menindaklanjuti dengan meminta keterangan dari pihak terkait," ungkapnya.

Baca Juga: 8 Dapur SPPG Tulungagung Diusulkan Suspend Permanen, Satgas MBG Masih Tunggu Konfirmasi BGN Pusat

Selain meminta penjelasan dinkes, DPRD juga berencana memanggil Koordinator Wilayah BGN.

Langkah tersebut dilakukan untuk mengetahui penyebab berulangnya kasus serupa sekaligus mengevaluasi sistem pengawasan penyediaan makanan MBG di Tulungagung.

Wahyu berharap seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan program, mulai pemerintah daerah, dinkes, BGN hingga pengelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dapat memperkuat koordinasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Untuk penanggulangannya tentu harus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, termasuk yang berkecimpung dalam pelaksanaan SPPG," tegasnya.

Sebelumnya, Dinkes Tulungagung mencatat sebanyak 103 orang dilaporkan mengalami gejala setelah mengonsumsi makanan dari SPPG Kaisrej.

Sampel makanan, air, dan swab penjamah makanan telah dikirim untuk pemeriksaan laboratorium.

Hingga kini hasil uji laboratorium masih belum keluar sehingga penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan. (sri/rka)

Editor : Vidya Sajar Fitri
BGN MBG keracunan mbg dinkes tulungagung dprd tulungagung