Radar Tulungagung - Insiden balita berusia empat bulan yang sempat terkunci di dalam mobil di area parkir Obuca Coffee Shop, Kelurahan Kepatihan, Kecamatan Tulungagung, Senin (3/8), menjadi pengingat penting bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati terhadap sistem penguncian otomatis (auto lock) pada kendaraan. Meski berakhir selamat, keterlambatan penanganan dalam situasi serupa berpotensi membahayakan keselamatan anak yang ditinggalkan di dalam mobil.
Kepala Seksi Operasional dan Pemadaman (Dal Ops) Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Tulungagung Bambang Pidekso mengatakan, pihaknya menerima laporan sekitar pukul 17.07 WIB dari Arta Widya Cahya N, 27, warga Dusun Ngipik, Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru. Menindaklanjuti laporan tersebut, Regu Baruna 2 bersama Kasi Penyelamatan langsung menuju lokasi.
Bambang menjelaskan, kejadian bermula ketika kedua orang tua balita keluar dari kendaraan yang sedang terparkir. Namun sesaat setelah pintu ditutup, sistem penguncian otomatis kendaraan aktif sehingga seluruh pintu terkunci. Sementara itu, balita yang baru berusia empat bulan masih berada seorang diri di dalam kabin mobil.
Menyadari situasi tersebut, keluarga korban langsung meminta bantuan kepada DPKP Tulungagung. Setibanya di lokasi, petugas tidak langsung membuka pintu kendaraan. Mereka terlebih dahulu melakukan asesmen terhadap kondisi mobil sekaligus memastikan kondisi balita di dalam kabin tetap aman sebelum proses evakuasi dilakukan.
Petugas kemudian menggunakan peralatan khusus penyelamatan untuk membuka pintu kendaraan tanpa merusak bodi maupun kaca mobil. Menurut Bambang, metode tersebut dipilih karena selain lebih aman, proses pembukaan pintu juga dapat dilakukan lebih cepat dibandingkan harus memecahkan kaca kendaraan.
"Karena yang berada di dalam kendaraan adalah balita, proses evakuasi dilakukan secepat mungkin namun tetap mengutamakan kehati-hatian. Kami menggunakan peralatan khusus agar pintu dapat dibuka dengan aman tanpa menimbulkan kerusakan," ujarnya.
Tidak lama kemudian, pintu kendaraan berhasil dibuka dan balita langsung dievakuasi. Setelah dilakukan pemeriksaan awal, kondisi balita dipastikan dalam keadaan sehat sehingga tidak memerlukan penanganan medis lanjutan.
Bambang mengungkapkan, kejadian anak terkunci di dalam mobil bukan kali pertama ditangani DPKP Kabupaten Tulungagung. Seiring semakin banyaknya kendaraan yang dilengkapi fitur auto lock, potensi kejadian serupa juga dinilai semakin besar apabila pemilik kendaraan kurang teliti.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk membiasakan memegang kunci kendaraan sebelum menutup pintu mobil. Orang tua juga diminta tidak meninggalkan bayi maupun balita sendirian di dalam kendaraan, meskipun hanya beberapa menit, karena berbagai kondisi darurat dapat terjadi sewaktu-waktu.
"Pastikan kunci sudah berada di tangan sebelum pintu ditutup. Jangan pernah meninggalkan anak sendirian di dalam mobil. Hal-hal seperti ini sering kali terjadi tanpa disadari, tetapi risikonya bisa sangat besar apabila penanganannya terlambat," pungkasnya.
Editor : Rahiiq Al BachriSumber : Radar Tulungagung