Sempat Tertunda Sepekan, Perjalanan Kerja Berakhir Tragedi di KMP Mutiara Sentosa II

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:03 WIB
Rekan korban mengaku sempat menunggu jadwal pelayaran selama sepekan sebelum perjalanan berakhir menjadi tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.(RIZKI ARYANTO)
Rekan korban mengaku sempat menunggu jadwal pelayaran selama sepekan sebelum perjalanan berakhir menjadi tragedi kebakaran KMP Mutiara Sentosa II.(RIZKI ARYANTO)

Radar Tulungagung - Perjalanan yang semula hanya menjadi rutinitas pekerjaan berubah menjadi tragedi bagi Sari Sukoco, 39, warga Dusun Krajan, Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman. Bersama rekan kerjanya, Bambang Susilo, korban bahkan telah menunggu jadwal keberangkatan kapal selama sekitar sepekan sebelum akhirnya menaiki KMP Mutiara Sentosa II yang terbakar di perairan utara Madura, Minggu (2/8).

Jenazah korban dipulangkan ke kampung halamannya pada Senin (3/8) malam dan disambut isak tangis keluarga. Namun, bagi Bambang, kepulangan rekannya itu menjadi akhir dari perjalanan yang tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya.

Bambang mengatakan, dirinya bersama korban telah bekerja bersama selama kurang lebih delapan tahun. Setelah menunggu jadwal pelayaran sekitar satu minggu, mereka akhirnya berangkat menggunakan KMP Mutiara Sentosa II menuju Kalimantan.

Tidak ada tanda-tanda yang mencurigakan selama awal pelayaran. Namun, situasi berubah drastis ketika api tiba-tiba muncul dari dek bawah kapal pada Minggu pagi.

Menurut Bambang, titik api diduga berasal dari area parkir kendaraan. Meski demikian, ia belum dapat memastikan penyebab kebakaran tersebut karena saat kejadian kondisi di dalam kapal berlangsung sangat kacau.

"Saya tidak bisa memastikan penyebabnya. Yang jelas api muncul dari dek bawah tempat kendaraan berada," ujarnya.

Kobaran api dengan cepat membesar dan menjalar ke bagian atas kapal. Tiupan angin serta banyaknya material mudah terbakar membuat api sulit dikendalikan. Kepanikan pun terjadi ketika ratusan penumpang berusaha mencari jalan keluar untuk menyelamatkan diri.

Dalam kondisi darurat itu, Bambang berhasil menyelamatkan diri dengan melompat ke laut menggunakan pelampung. Sementara korban terpisah darinya di tengah proses evakuasi hingga akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Perjalanan yang telah dinanti selama sepekan itu akhirnya menjadi perjalanan terakhir bagi Sari Sukoco. Kepergiannya menyisakan duka mendalam bagi keluarga maupun rekan-rekan kerjanya. 

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
kebakaran kmp tragedi di KMP korban radar tulungagung