Api Diduga Berasal dari Dek Kendaraan, Kobaran Cepat Membesar dan Picu Kepanikan Penumpang

Rahiiq Al Bachri • Dipublikasikan Selasa, 4 Agustus 2026 | 20:08 WIB
Kesaksian korban selamat mengungkap cepatnya kobaran api meluas hingga memicu kepanikan ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa II. (RIZKI ARYANTO)
Kesaksian korban selamat mengungkap cepatnya kobaran api meluas hingga memicu kepanikan ratusan penumpang KMP Mutiara Sentosa II. (RIZKI ARYANTO)

Radar Tulungagung - Kebakaran KMP Mutiara Sentosa II di perairan utara Madura berlangsung begitu cepat. Dalam hitungan waktu singkat, kobaran api yang diduga muncul dari dek kendaraan menjalar ke bagian atas kapal dan memicu kepanikan ratusan penumpang, termasuk Sari Sukoco, 39, warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kauman, yang akhirnya menjadi salah satu korban meninggal dunia.

Kesaksian tersebut disampaikan Bambang Susilo, rekan kerja korban yang berhasil selamat. Menurutnya, saat kejadian dirinya baru selesai sarapan ketika mendengar teriakan penumpang dan melihat asap hitam mulai membumbung dari dek bawah kapal.

Api diduga berasal dari area kendaraan. Meski begitu, Bambang mengaku tidak dapat memastikan apakah sumber kebakaran berasal dari kendaraan atau korsleting listrik.

"Saya tidak bisa memastikan penyebabnya. Yang jelas api muncul dari dek bawah tempat kendaraan berada," katanya.

Dalam waktu singkat, kobaran api membesar. Tiupan angin dan banyaknya material yang mudah terbakar membuat api terus merambat hingga menyelimuti sebagian besar badan kapal. Kondisi tersebut membuat penumpang panik dan berhamburan menuju dek atas sambil mengenakan pelampung.

Bambang mengaku sempat berniat turun ke dek bawah untuk mengambil dokumen kendaraannya. Namun niat itu diurungkan setelah merasakan lantai kapal sudah sangat panas. Ia kemudian memilih menyelamatkan diri.

Di tengah kepanikan tersebut, ia sempat mengajak Sari untuk melompat ke laut. Namun setelah keduanya terpisah, Bambang tidak lagi mengetahui keberadaan korban hingga akhirnya menerima kabar bahwa rekannya ditemukan meninggal dunia.

Kesaksian Bambang menggambarkan betapa cepatnya situasi berubah dari perjalanan biasa menjadi musibah besar. Kobaran api yang sulit dikendalikan membuat banyak penumpang hanya memiliki sedikit waktu untuk menyelamatkan diri. 

Editor : Rahiiq Al Bachri
Sumber : Radar Tulungagung
penumpang kmp kebakaran radar tulungagung kmp korban kebakaran