Ketua IGTK Kabupaten Tulungagung: Suasana Belajar yang Menyenangkan Jadi Kunci Anak Betah di Sekolah

Mega Mustika Sari • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 13:43 WIB
Komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid menjadi salah satu faktor keberhasilan pendidikan anak usia dini.
Komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid menjadi salah satu faktor keberhasilan pendidikan anak usia dini.

 

RADAR TULUNGAGUNG – Menciptakan suasana belajar yang menyenangkan menjadi salah satu kunci keberhasilan pendidikan anak usia dini.

Di jenjang Taman Kanak-kanak (TK), pembelajaran tidak semata-mata berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi lebih menekankan pada pembentukan rasa aman, nyaman, dan percaya diri anak selama berada di lingkungan sekolah.

Ketua Ikatan Guru Taman Kanak-kanak Indonesia (IGTK) Kabupaten Tulungagung, Triwinarti, mengatakan pada awal tahun ajaran guru lebih memprioritaskan proses adaptasi anak dengan lingkungan sekolah.

Langkah tersebut penting agar anak dapat mengikuti proses pembelajaran dengan perasaan senang dan tanpa tekanan.

"Anak usia dini membutuhkan waktu untuk mengenal lingkungan sekolah, guru, dan teman-temannya. Karena itu, yang kami utamakan adalah menciptakan suasana yang membuat mereka nyaman sehingga memiliki pengalaman positif saat belajar di sekolah," ujarnya.

Proses pembelajaran di salah satu TK di Tulungagung.
Proses pembelajaran di salah satu TK di Tulungagung.

Menurut Triwinarti, setiap anak memiliki karakter dan kemampuan beradaptasi yang berbeda.

Ada yang mudah berinteraksi, namun ada pula yang masih memerlukan pendampingan dari guru maupun orang tua.

Oleh sebab itu, guru dituntut menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan dunia anak.

Berbagai aktivitas seperti permainan edukatif, bernyanyi, bercerita, hingga kegiatan kelompok menjadi bagian dari proses pembelajaran sehari-hari.

Melalui pendekatan tersebut, anak diajak belajar sambil bermain sehingga mereka lebih mudah membangun keberanian, rasa percaya diri, dan kemampuan bersosialisasi.

"Di TK, belajar harus menjadi kegiatan yang menyenangkan. Bermain, bernyanyi, dan berinteraksi dengan teman merupakan bagian dari proses belajar itu sendiri. Ketika anak merasa bahagia, mereka akan lebih mudah menerima pengalaman belajar yang baru," jelasnya.

Selain peran guru, dukungan orang tua juga dinilai sangat penting.

Triwinarti mengatakan komunikasi yang baik antara sekolah dan wali murid menjadi salah satu faktor keberhasilan pendidikan anak usia dini, terutama dalam membangun kemandirian anak.

"Kami berharap orang tua dan guru dapat terus bekerja sama. Pendampingan yang selaras antara di rumah dan di sekolah akan membantu anak berkembang secara optimal, baik dari sisi sosial, emosional, maupun karakter," katanya.

Ia menambahkan, keberhasilan pendidikan di jenjang TK tidak hanya diukur dari kemampuan membaca, menulis, atau berhitung.

Yang lebih utama adalah membangun fondasi karakter anak agar tumbuh menjadi pribadi yang mandiri, percaya diri, mampu berkomunikasi, dan senang belajar.

"Kalau anak sudah merasa nyaman datang ke sekolah, berani berinteraksi dengan guru dan teman-temannya, maka proses pembelajaran selanjutnya akan berlangsung lebih baik. Itulah yang menjadi fokus pendidikan anak usia dini," pungkas Triwinarti.(meg)

Editor : Vidya Sajar Fitri
taman kanak-kanak IGTKI pendidikan anak usia dini sekolah