TULUNGAGUNG - Stasiun Tulungagung menjadi salah satu titik keberangkatan warga saat arus balik menuju sejumlah kota di Jawa. Namun, suasana di stasiun tersebut justru terlihat relatif lengang dan tidak seramai terminal bus.
Kondisi Stasiun Tulungagung saat arus balik itu terlihat dari jumlah penumpang yang belum terlalu padat. Pengantar dan calon penumpang masih bisa menunggu dengan nyaman tanpa harus berdesakan di area stasiun.
Suasana Stasiun Tulungagung tersebut terekam ketika seorang warga mengantar saudaranya yang hendak naik kereta menuju wilayah Jawa Tengah. Mereka datang sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum jadwal keberangkatan.
Arus Balik di Stasiun Tak Terlalu Padat
Berbeda dengan terminal bus yang bisa mengalami lonjakan penumpang ketika arus balik, kondisi di Stasiun Tulungagung terlihat lebih terkendali. Jumlah calon penumpang yang datang sudah relatif sesuai dengan kapasitas tiket yang tersedia.
Dalam rekaman perjalanan, suasana stasiun disebut tidak terlalu ramai. Penumpang yang akan melakukan perjalanan juga dapat menunggu jadwal keberangkatan tanpa antrean panjang seperti yang kerap terjadi pada moda transportasi lain.
Salah satu alasannya karena perjalanan kereta api menggunakan tiket yang dipesan terlebih dahulu. Penumpang yang sudah mendapatkan tiket umumnya telah mengetahui jadwal dan kereta yang akan digunakan.
Kondisi tersebut membuat arus penumpang di stasiun lebih teratur. Pengantar pun masih dapat menikmati suasana sekitar sembari menunggu kereta datang.
Kereta Tujuan Jawa Tengah hingga Jakarta
Stasiun Tulungagung disebut bukan merupakan stasiun besar. Meski demikian, stasiun ini dinilai cukup untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Tulungagung dan sekitarnya.
Jumlah perjalanan kereta yang berhenti atau berangkat dari stasiun tersebut juga disebut tidak terlalu banyak. Dalam rekaman, jadwal perjalanan yang tersedia diperkirakan hanya beberapa kereta dalam sehari.
Baca Juga: Kenalkan 6 Stasiun Kereta Api di Wilayah Blitar Raya, Mana yang Kamu Tahu?
Kondisi itu membuat tingkat mobilitas penumpang tidak setinggi stasiun besar di kota lain, seperti Surabaya atau Malang. Meski begitu, keberadaan kereta api tetap menjadi pilihan warga untuk perjalanan antarkota.
Salah satu kereta yang terlihat datang di stasiun merupakan kereta dengan tujuan Jakarta, Jabodetabek, dan wilayah sekitarnya. Pemandangan kereta yang datang dan kemudian meninggalkan stasiun menjadi bagian menarik selama waktu menunggu.
Bagi sebagian orang, melihat kereta api melintas bahkan memberikan kesan tersendiri. Aktivitas tersebut menjadi hiburan sederhana bagi pengantar maupun warga yang sedang menunggu keberangkatan.
Baca Juga: Stasiun Kediri Tak Hanya Melayani Penumpang di Era Kolonial, Ternyata Langganan Pabrik Gula Berikut
Ada Roti O untuk Teman Menunggu
Selain melihat aktivitas kereta, calon penumpang dan pengantar juga bisa mengisi waktu dengan membeli makanan. Di dalam area Stasiun Tulungagung, terdapat gerai Roti O yang menjadi salah satu pilihan makanan ringan.
Gerai tersebut menyediakan berbagai varian roti dan minuman. Harga roti di area stasiun disebut berada di kisaran Rp9.000 hingga Rp10.000, sedangkan minuman berada di kisaran Rp20.000 sampai Rp30.000.
Pilihan tersebut dapat menjadi teman menunggu bagi penumpang yang datang lebih awal. Pengantar juga bisa membeli makanan sambil menanti kereta yang akan membawa anggota keluarga menuju kota tujuan.
Baca Juga: Stasiun Kediri Tak Hanya Melayani Penumpang di Era Kolonial, Ternyata Langganan Pabrik Gula Berikut
Di sekitar bagian luar stasiun, terdapat pilihan kuliner lain. Beberapa di antaranya seperti sate, bakso, serta minimarket yang dapat menjadi alternatif jika membutuhkan makanan atau minuman.
Suasana Menunggu Tetap Nyaman
Aktivitas di gerai makanan tersebut terlihat cukup ramai. Sejumlah orang membeli roti dan minuman sembari menunggu jadwal keberangkatan kereta.
Sementara itu, suasana keseluruhan Stasiun Tulungagung pada momen arus balik masih terlihat kondusif. Tidak tampak kepadatan penumpang seperti yang sering dibayangkan ketika musim perjalanan kembali menuju kota.
Bagi warga yang hendak bepergian dengan kereta api, datang lebih awal tetap menjadi pilihan yang disarankan. Waktu tunggu dapat dimanfaatkan untuk memeriksa jadwal, bersantai, atau membeli makanan sebelum naik kereta.
Kondisi arus balik di stasiun tersebut menunjukkan bahwa mobilitas penumpang kereta api tetap berlangsung, meski tingkat kepadatannya tidak terlalu tinggi. Suasana yang relatif tenang juga membuat aktivitas keberangkatan berlangsung lebih tertib.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : Muhammad Redy