TULUNGAGUNG - Kota Tulungagung dari arah Ngantru menawarkan perjalanan dengan sejumlah pemandangan khas. Salah satunya Jembatan Ngujang yang menjadi titik penting jalur utara, sebelum perjalanan berlanjut menuju jalan lebar dan pusat aktivitas Kota Tulungagung.
Kota Tulungagung menjadi tujuan perjalanan dari kawasan Ngantru yang berada di bagian utara. Perjalanan dimulai dari depan Pasar Ngantru sekitar pukul 12.30 WIB, kemudian bergerak menuju pusat Kota Tulungagung melalui jalur utama.
Dalam perjalanan tersebut, Jembatan Ngujang menjadi salah satu titik yang menarik perhatian. Jembatan ini berada di jalur penghubung kawasan Ngantru dengan wilayah Kota Tulungagung dan menjadi bagian dari rute yang cukup dikenal masyarakat.
Jembatan Ngujang Jadi Titik Penting Perjalanan
Dari kawasan Ngantru, perjalanan mengarah menuju Jembatan Ngujang. Bagi masyarakat setempat, kawasan ini menjadi salah satu penanda penting ketika melintas dari wilayah utara menuju pusat Tulungagung.
Di sekitar Jembatan Ngujang juga terdapat kompleks pemakaman yang dikenal masyarakat karena keberadaan banyak monyet. Lokasi tersebut menjadi salah satu kawasan yang cukup familiar bagi pengguna jalan yang melintas di jalur tersebut.
Setelah melewati kawasan Jembatan Ngujang, terdapat pertigaan yang menjadi titik penting perjalanan. Jika berjalan lurus, kendaraan dapat melanjutkan perjalanan menuju Kota Tulungagung.
Sementara itu, jalur lainnya mengarah ke wilayah Kabupaten Kediri, termasuk kawasan Mojo dan Ploso. Pengendara perlu memperhatikan arah dan rambu lalu lintas karena beberapa manuver kendaraan harus dilakukan melalui jalur putar balik.
Dari kawasan tersebut, perjalanan kemudian berlanjut menuju pusat Kota Tulungagung. Perubahan suasana mulai terlihat ketika kendaraan memasuki jalur perkotaan dengan ruas jalan yang cukup lebar.
Jalan Jayeng Kusuma Terlihat Lebar
Perjalanan kemudian memasuki kawasan Jalan Jayeng Kusuma. Ruas tersebut memiliki beberapa lajur sehingga kendaraan dapat melintas dengan cukup leluasa.
Kondisi aspal secara umum masih tergolong baik. Meski terdapat sejumlah bagian yang berlubang atau sudah mendapatkan tambalan, jalur tersebut tetap terlihat nyaman untuk dilalui.
Aktivitas lalu lintas juga cukup ramai. Namun, lebar jalan membuat kepadatan kendaraan tidak terlalu terasa meski jumlah kendaraan yang melintas cukup banyak.
Jalur tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas masyarakat. Kendaraan yang melintas tidak hanya berasal dari kawasan Tulungagung, tetapi juga menuju Kediri dan Surabaya.
Baca Juga: Warga Eks Lokalisasi Ngujang Gelar Kerja Bakti, Manfaatkan Lahan untuk Kegiatan Positif
Stadion hingga Lapas Ada di Jalur Perjalanan
Sepanjang perjalanan menuju pusat Kota Tulungagung, sejumlah fasilitas publik terlihat berada di sekitar jalan utama.
Di antaranya rumah sakit, apotek, SPBU, dealer kendaraan, serta Kejaksaan Negeri Tulungagung. Keberadaan fasilitas tersebut menunjukkan aktivitas kawasan yang cukup lengkap.
Perjalanan juga melewati Stadion Tulungagung. Bangunan stadion berada di sisi kiri jalan dan menjadi salah satu landmark kawasan perkotaan.
Tidak jauh dari jalur tersebut terdapat Taman Makam Pahlawan Nasional Rejoagung. Setelah itu, perjalanan melewati Lapas Tulungagung yang juga berada di kawasan kota.
Rangkaian fasilitas tersebut membuat perjalanan dari Ngantru menuju pusat Kota Tulungagung cukup mudah dikenali. Masyarakat yang pernah tinggal di wilayah ini juga dapat mengenali sejumlah titik yang dilewati sepanjang rute.
Suasana Tulungagung Dibandingkan dengan Kediri
Dalam perjalanan, suasana Kota Tulungagung juga dibandingkan dengan Kota Kediri. Tulungagung disebut memiliki kawasan kota yang cukup besar, tetapi lalu lintasnya belum sepadat Kediri.
Baca Juga: Mancing di Kali Brantas Tulungagung, Spot Favorit Warga dari Ngujang hingga Boyolangu
Beberapa ruas di Kota Kediri disebut lebih mudah mengalami kepadatan karena terdapat jalan yang relatif sempit. Aktivitas kendaraan di sana juga dinilai lebih ramai.
Sementara itu, sejumlah jalur utama di Tulungagung masih terasa lebih lengang. Lebarnya ruas jalan membuat arus kendaraan dapat bergerak lebih lancar meski aktivitas masyarakat tetap terlihat.
Perjalanan akhirnya berlanjut menuju Jalan Panglima Sudirman. Dari kawasan tersebut, perjalanan menuju pusat Kota Tulungagung dalam video kemudian diakhiri.
Baca Juga: Warga Eks Lokalisasi Ngujang Gelar Kerja Bakti, Manfaatkan Lahan untuk Kegiatan Positif
Rute dari Ngantru tersebut memberikan gambaran suasana Tulungagung dari sisi utara. Jembatan Ngujang, jalan lebar, fasilitas publik, stadion, hingga kawasan pusat kota menjadi bagian penting dari perjalanan yang dapat menjadi pengobat rindu bagi warga Tulungagung di perantauan.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : tuba auliya