TULUNGAGUNG - Jalur Kediri Tulungagung terlihat ramai lancar dalam perjalanan menuju wilayah Tulungagung. Ruas jalan yang lebar menjadi salah satu bagian menarik, selain kondisi Jembatan Ngujang yang menyempit saat dilintasi kendaraan.
Jalur Kediri Tulungagung menjadi akses penting bagi masyarakat yang bepergian dari Kota Kediri menuju Tulungagung hingga Trenggalek. Dalam rekaman perjalanan, kendaraan melintasi sejumlah kawasan, mulai dari pusat Kota Kediri, Ngadiluwih, Kras, hingga Ngantru.
Kondisi Jalur Kediri Tulungagung pada perjalanan tersebut cenderung ramai, terutama karena bertepatan dengan momentum libur Idul Fitri. Meski lalu lintas cukup padat di sejumlah titik, kendaraan masih dapat bergerak dengan lancar.
Berangkat dari Kota Kediri
Perjalanan menuju Tulungagung dimulai dari kawasan Alun-Alun Kediri. Kendaraan kemudian melaju melalui Jalan Urip Sumoharjo yang masih berada di wilayah Kota Kediri.
Di sepanjang jalan terdapat sejumlah fasilitas umum, termasuk SPBU dan kampus Universitas Kadiri. Situasi lalu lintas saat itu disebut ramai tetapi tetap lancar.
Setelah meninggalkan pusat kota, perjalanan berlanjut memasuki Kabupaten Kediri. Salah satu kawasan yang dilewati adalah Desa Rembang, Kecamatan Ngadiluwih.
Baca Juga: Misteri Pesugihan Kera Ngujang Tulungagung: Kisah Mistis di Balik Makam dan Ratusan Monyet Liar
Wilayah tersebut dikenal sebagai salah satu sentra tanaman hias. Penjual tanaman terlihat berada di sepanjang sisi jalan, sementara aktivitas kendaraan tetap cukup ramai.
Perjalanan juga melewati perlintasan kereta api. Pengendara diingatkan untuk berhati-hati karena kawasan tersebut disebut rawan kecelakaan.
Jalan Ngadiluwih Sempat Ditinggikan
Memasuki kawasan Ngadiluwih, terdapat ruas Jalan Raya Ngadiluwih yang disebut telah mengalami peninggian. Dalam rekaman perjalanan, permukaan jalan tersebut diklaim ditinggikan hingga sekitar 60 sentimeter.
Peninggian jalan dilakukan pada jalur yang sebelumnya kerap terdampak banjir ketika hujan. Perbaikan tersebut membentang cukup panjang hingga sekitar dua kilometer.
Selanjutnya, perjalanan melewati Branggahan yang dikenal sebagai sentra kuliner soto. Di sepanjang jalan terdapat banyak warung yang menawarkan Soto Branggahan dengan ciri khas mangkuk berukuran kecil.
Dari kawasan tersebut, kendaraan terus bergerak menuju Tulungagung. Jarak yang ditunjukkan dalam perjalanan sekitar 26 kilometer menuju wilayah Tulungagung.
Memasuki Tulungagung, Jalan Terlihat Lebar
Perjalanan kemudian memasuki wilayah Kecamatan Kras sebelum berlanjut ke Kabupaten Tulungagung. Salah satu ruas yang dilalui memiliki empat lajur dan terlihat lebar.
Lebar jalan membuat kendaraan dapat melaju dengan cukup nyaman. Namun, pengendara tetap diminta waspada karena terdapat banyak persimpangan dan akses gang di kanan maupun kiri jalan.
Setelah melewati ruas panjang tersebut, terdapat titik penyempitan jalan karena bagian jembatan belum diperlebar. Selepas titik tersebut, jalan kembali menjadi lebih lebar.
Kondisi lalu lintas di kawasan Tulungagung juga terlihat cukup padat karena bertepatan dengan hari ketiga Lebaran. Kendaraan dari berbagai arah memanfaatkan jalur tersebut untuk perjalanan maupun silaturahmi.
Jembatan Ngujang Jadi Titik Perhatian
Salah satu bagian penting dalam Jalur Kediri Tulungagung adalah Jembatan Ngujang. Jembatan tersebut menjadi akses yang menghubungkan perjalanan dari kawasan Kediri menuju Tulungagung.
Saat melintasi jembatan, kendaraan harus lebih berhati-hati karena jalur menyempit. Setelah jembatan, terdapat kawasan pemakaman yang dikenal masyarakat karena keberadaan monyet.
Baca Juga: Warga Eks Lokalisasi Ngujang Tulungagung Punya Banyak Gawe Selama Ramadhan, Berikut Contohnya
Dari kawasan Jembatan Ngujang, perjalanan kemudian dapat dilanjutkan menuju wilayah lain, termasuk arah Blitar. Jalur tersebut juga menjadi bagian dari akses menuju kawasan Tulungagung dan selanjutnya Trenggalek.
Secara umum, perjalanan dari Kediri menuju Tulungagung menunjukkan akses antardaerah yang cukup lebar dan ramai. Meski demikian, pengendara tetap perlu memperhatikan persimpangan, perlintasan kereta api, serta titik penyempitan jalan agar perjalanan tetap aman.
Editor : Muhammad Tafrihatu Zaidan Al AkhbariSumber : ANTIK_ story